PERFORMA INDUSTRI TEKSTIL : Dampak Minim Pelaksanaan Pemilu
Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak memberikan dampak signifikan terhadap industri tekstil. Pesanan yang masuk, kata dia, masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan gelaran Pemilu 2019. Padahal, biasanya Pemilu bisa mengungkit kinerja sektor tekstil dan produk tekstil, karena meningkatnya kebutuhan kaos, jaket, dan syal untuk kampanye. Lesunya permintaan tekstil dan produk tekstil pada masa kampanye Pemilu kali ini pun menambah beban pelaku industri yang memang sedang mengalami masa sulit akibat menurunnya permintaan dan maraknya produk impor di pasar dalam negeri. Banyaknya produk impor, khususnya yang ilegal memang masih menjadi problem yang belum bisa dituntaskan hingga kini. Padahal, pemerintah telah melakukan pengawasan lintas batas untuk menahan produk impor di pasar dalam negeri. Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan bahwa pemerintah bakal memberikan insentif kepada pengusaha yang memiliki orientasi ekspor untuk penjualan barangnya dengan porsi hingga 50%, termasuk tekstil dan produk tekstil. Dengan begitu, kata Airlangga, ketika penjualan ekspor berada di bawah 50%, maka pengusaha akan diberikan surat rekomendasi dari Kementerian Perindustrian. Kemudahan yang diberikan kepada pelaku industri tekstil juga akan ditindak lanjuti oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan perbankan, di mana nantinya pengusaha akan diberikan restrukturisasi kredit agar bisa bersaing di dalam negeri. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi mengatakan, peluang tersebut hadir dari peningkatan kebutuhan terhadap produk industri hijau, termasuk tekstil dan produk tekstil. Kementerian Perindustrian juga menyiapkan balai-balai sebagai mitra transformasi dari industri melalui penyediaan jasa industri sebagai infrastruktur mutu sekaligus infrastruktur sustainability.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023