;

Biaya Politik Membengkak

Biaya Politik Membengkak

Sejumlah calon anggota legislatif memprediksi anggaran yang harus dikeluarkan untuk bertarung pada  pemilu 2024 lebih besar dibandingkan pemilu sebelumnya. Ketatnya persaingan dan antisipasi kecurangan menjadi sejumlah faktor yang berpengaruh. Meski biaya tinggi tidak bisa dihindari di tengah sistem pemilu proporsional terbuka, hal tersebut perlu ditekan dengan menggerus watak transaksional dalam kontestasi. Besarnya anggaran yang dibutuhkan saat mengikuti pemilihan anggota legislatif salah satunya diakui Habiburokhman, anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Gerindra itu mengeluarkan dana kampanye hingga Rp 2 miliar saat berkontestasi di Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta I pada Pemilu 2019. Dari total dana tersebut, sebagian untuk membeli alat peraga. Di luar kebutuhan kampanye, caleg harus menyiapkan anggaran untuk perekrutan saksi yang akan ditugaskan mengawal suara di hari-H pemungutan suara.

”Biaya paling besar yang keluar itu untuk mengawal suara, membiayai operasional saksi di kecamatan. Itu bisa mencapai Rp 1 miliar totalnya karena pengeluarannya sampai Rp 30 juta per hari,” kata Habiburokhman, saat dihubungi, Kamis (7/12). Biaya besar untuk saksi ini tak bisa ditangguhkan. Peran para saksi krusial di tengah potensi kecurangan pemilu. Tidak hanya pada Pemilu 2019, tetapi juga pada Pemilu 2024.”Menurut saya, lebih tinggi biaya pemilu 2024. Harga nasi pada 2019 dengan 2024, kan, beda. Harga kaus juga,” tambahnya. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, sejumlah caleg lain umumnya mengeluarkan dana dalam rentang Rp 20 miliar-Rp 25 miliar. ”Tetapi, kan, biaya setiap orang itu berbeda-beda ya. Sangat mungkin juga ada yang jauh lebih kecil dari saya,” ungkap Habiburokhman. Ia menilai tingginya anggaran yang dibutuhkan tak bisa dihindari di tengah sistem pemilu proporsional terbuka. Selain para caleg perlu berkontestasi secara individual, tidak ada larangan berkampanye secara mandiri dengan pembiayaan sendiri. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :