Investor Obligasi Tunggu Hasil Pemilu
Suku bunga acuan berpotensi dipangkas setidaknya pada kuartal I tahun 2024. Pasar menilai peluang The Federal Reserve (The Fed) menurunkan suku bunga acuan pada Maret 2024 sebesar 46%, naik dibandingkan dengan peluang sebesar 27% pada minggu lalu. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang ditunggu-tunggu naik 3% secara tahunan pada Oktober 2023. Hasil moderat dari angka 3,4% dalam tiga bulan meskipun masih di atas target The Fed yakni 2%. "Meskipun tingkat 3% masih terlalu tinggi, hal ini menandai tingkat terendah baru," kata Ryan Brandham, kepala pasar modal global, North Amerika, di Validus Risk Management seperti dikutip Reuters, kemarin. Analis Fixed Income Sucorinvest Asset Management Alvaro Ihsan menilai, perusahaan akan lebih tertarik menerbitkan obligasi korporasi karena penurunan cost of fund serta iklim ekonomi yang lebih jelas untuk ekspansi usaha. Meski begitu Alvaro melihat, langkah investor saat ini cenderung lebih menghindari risiko. Investor juga menunggu hasil Pemilu 2024 sebagai salah satu pertimbangan investasi agar mendapat kejelasan mengenai arah kebijakan ekonomi. Apabila hasil Pemilu sudah diumumkan, investor diharapkan akan lebih agresif dalam menyalurkan investasi, termasuk di obligasi korporasi. Sucorinvest Asset Management memprediksi, yield SBN dengan tenor 10 tahun pada 2024 akan berada di kisaran 6,2%-6,4%. Obligasi korporasi akan tergantung pada spread rating dan tenor. Macro Strategist Samuel Sekuritas Lionel Priyadi memprediksi, penerbitan obligasi korporasi baru akan ramai di semester kedua 2024 pasca keputusan pemangkasan suku bunga BI maupun The Fed.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023