Limbung Akibat Corona di Kuartal Pertama
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 pada 2020 berpotensi terkoreksi akibat penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, mengatakan pelemahan pertumbuhan itu akan langsung terefleksi pada kuartal pertama tahun ini.
Dampak perekonomian Cina yang lumpuh mulai menjalar ke negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan negara tersebut, termasuk Indonesia. Josua memprediksi target pemerintah untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di level 5 persen kian berat karena sejumlah indikator perekonomian berpotensi terkontraksi. Salah satunya adalah defisit neraca transaksi berjalan (CAD) akibat melemahnya kinerja ekspor. Perdagangan global sempoyongan gara-gara sentimen corona. Hingga akhir tahun, neraca transaksi berjalan diperkirakan mendekati 3 persen dari produk domestik bruto (PDB), sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi 2020 diperkirakan berada di kisaran 4,7-5 persen. Sebelumnya, lembaga pemeringkat Moody’s dalam laporan yang berjudul Global Macro Outlook 2020-2021 menyampaikan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dari 4,9 persen menjadi 4,8 persen. Selain itu, hingga Februari lalu, cadangan devisa tercatat berada di posisi US$ 130,4 miliar, atau turun US$ 1,3 miliar dibanding posisi pada Januari.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023