Genjot Investasi untuk Mengerek Ekonomi
Upaya Indonesia lepas dari jebakan pertumbuhan ekonomi tahunan 5% masih akan menemui hambatan. Sebab, pemerintah harus mendongkrak kinerja investasi agar berkontribusi lebih besar lagi terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Rabu (29/11), Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2028 mendatang bisa bergerak di kisaran 5,3% hingga 6,1%. Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan tersebut seiring stabilitas ekonomi yang terjaga.
Namun menurut Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus level 6% dan lepas dari jebakan pertumbuhan 5%, Indonesia harus menaikkan porsi investasi pada angka PDB.
Saat ini, kontribusi pertumbuhan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023 sekitar 29,68%. "Kalau mau pertumbuhan ekonomi lebih kencang, maka kontribusi investasi harus dinaikkan menjadi sekitar 40%," ungkap David kepada KONTAN, Kamis (30/11).
Sementara kontributor utama PDB Indonesia masih berasal dari konsumsi rumah tangga dengan persentase lebih dari 50%. Menurut dia, apabila pertumbuhan ekonomi terus bertumpu pada kinerja konsumsi dalam negeri, maka pertumbuhan ekonomi tidak akan maksimal.
Dia menilai, untuk menggenjot pertumbuhan investasi, pemerintah sebenarnya sudah punya bekal. Salah satunya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Menurut David, pemerintah perlu memaksimalkan implementasi UU sapu jagat tersebut dan juga mengebut aturan turunan yang belum ada. Dengan ini, para investor akan berbondong-bondong masuk Indonesia.
Meski demikian, David mengingatkan pemerintah tetap perlu waspada dengan beberapa peristiwa yang mampu menjegal kinerja pertumbuhan ekonomi ke depan.Seperti fluktuasi harga komoditas dan konflik global yang belum tahu kapan akan berakhir. Ramalan David, pertumbuhan ekonomi Indonesiaa akan berada di kisaran 5% hingga 5,2% pada tahun 2024.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023