;

Mereka yang Menikmati Manisnya Dana Pinjol untuk Pengembangan Usaha

Ekonomi Yoga 24 Nov 2023 Kompas
Mereka yang Menikmati Manisnya Dana Pinjol untuk Pengembangan Usaha

Jasuta (55) dan Suryanah (53), menjalankan usaha membuat tempe yang dirintis pada 2005 di Kelurahan Curug Manis, Serang, Banten. ”Orang-orang bilang, tempe saya ini lebih awet, 3-4 hari, setelah dibeli, Jadi ya mungkin di cari orang,” kata Suryanah tersenyum, Jumat (10/11).  Suryanah berkeinginan mengembangkan usahanya. Pada 2015 ia mengajukan kredit usaha ke bank konvensional. Dua kali ia meminjam dana Rp 10 juta dengan tenor masing-masing 1,5 tahun. Seingatnya, cicilannya Rp 700.000 per bulan. Tahun 2018, kampungnya dikunjungi Amartha yang kemudian menawarkan pinjaman daring untuk kalangan UMKM. Suryanah pun tertarik. Berbekal persetujuan keluarga, ia mengambil pinjaman pertama dari Amartha sebesar Rp 2 juta.

Sekarang ia tengah menyelesaikan pinjaman kelimanya dalam lima tahun terakhir, senilai Rp 12 juta. Skema cicilan per minggu membuatnya merasa nyaman. Siklus produksi dan penjualan tempenya yang harian membuat ia lebih mudah menyisihkan dana untuk membayar cicilan mingguan ketimbang bulanan. Suryanah mengakui penghasilan hariannya tak menentu. Jika target omzetnya per hari Rp 1,5 juta-Rp 2 juta meleset, ia kekurangan modal untuk berproduksi kembali. Harga kedelai berkisar Rp 13.000 per kg. Rata-rata ia butuh 40-80 kg kedelai per hari sehingga setiap hari ia butuh Rp 500.000 sampaiRp 1 juta untuk modal membuat tempe. ”Kalau ada duit pinjaman, saya bisa beli kedelai untuk modal bikin tempe,” katanya. Suryanah tak berhenti memikirkan cara untuk mengembangkan usahanya. Ia belajar cara pembuatan tahu. ”Kalau saya berhasil mencoba bikin tahu, ya saya akan ngambil pinjaman lagi,” ujarnya semringah. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :