;

Setelah Artileri Beruntun Israel Hantam Rumah Sakit

Setelah Artileri Beruntun Israel Hantam Rumah Sakit

GAZA – Faried Thalib terus menggenggam dan kerap melihat layar telepon selulernya. Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia ini hingga Senin malam, 20 November 2023, menanti kabar dari sejumlah koleganya perihal kondisi ketiga relawan yang berada Kota Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, Palestina. Agresi yang dilancarkan pasukan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) sejak Ahad, 19 November, hingga Senin kemarin di sekitar area Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Kota Beit Lahiya membuat perasaannya tak karuan. “Kami belum mendapat kabar dari tiga relawan di sana,” ujar Faried kepada Tempo, kemarin.

Ketiga relawan yang dimaksudkan Faried adalah Fikri Rofiul Haq, Reza Aldilla Kurniawan, dan Farid Zanzabil. Ketiga pemuda relawan MER-C Indonesia itu, Faried mengatakan, memutuskan tetap tinggal di Jalur Gaza untuk membantu pelayanan di rumah sakit yang dibangun dari bantuan rakyat Indonesia tersebut. Menurut Faried, MER-C Indonesia memang sempat kehilangan kontak dengan ketiganya. Namun, pada Kamis lalu, seorang jurnalis mengabarkan bahwa kondisi ketiga relawan itu baik-baik saja di basement gedung RSI. “Tapi, sampai RSI kembali diserang, kami belum mendapat kabar lagi dari kolega kami di sana perihal kondisi mereka,” ujar Faried.

Tel Aviv melancarkan agresi militernya ke Palestina sejak 7 Oktober lalu. Eskalasi serangan terus meningkat. Pada Rabu lalu, IDF melancarkan serangannya ke Rumah Sakit Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza. Militer Israel menggeledah kamar dan ruang-ruang bawah tanah untuk mencari serta menyisir keberadaan milisi Hamas setelah menuding rumah sakit itu menjadi markas komando milisi Hamas.

Tank Israel Kepung Rumah Sakit
Meski dikecam sejumlah negara dan lembaga internasional karena menyerang kawasan rumah sakit, pasukan Israel tidak mengendurkan agresinya. Sejak Ahad lalu, batalion kavaleri IDF dengan tank lapis baja mengepung kawasan RSI di Jalur Gaza utara. Serangan terus berlanjut hingga Senin, keesokan harinya. “Artileri Zionis menyasar lantai 3 gedung RSI,” kata Site Manager Pembangunan RSI Gaza, Nur Ikhwan Abadi. Akibat serangan tersebut, 12 orang dinyatakan meninggal, sementara 700 orang lainnya mengalami luka-luka. (Yetede)


Download Aplikasi Labirin :