;

SURPLUS NERACA DAGANG : Pemerintah Tetap Waspada Gejolak Global

Ekonomi Hairul Rizal 18 Nov 2023 Bisnis Indonesia
SURPLUS NERACA DAGANG : Pemerintah Tetap Waspada Gejolak Global

Pemerintah tetap mewaspadai gejolak ekonomi global dengan menyiapkan berbagai opsi bantalan kebijakan untuk menjaga stabilitas dan kinerja ekonomi nasional. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyampaikan status waspada perlu disiapkan guna mencegah risiko global yang masih eskalatif. Sejauh ini, menurutnya, ekonomi Indonesia masih terjaga baik dibuktikan dengan neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar US$3,48 miliar pada Oktober 2023. Surplus neraca perdagangan Indonesia telah berlangsung selama 42 bulan secara beruntun. Secara kumulatif, lanjutnya, surplus neraca perdagangan Indonesia periode Januari hingga Oktober 2023 telah mencapai US$31,22 miliar. Dengan pencapaian itu, dia berharap bisa menopang posisi neraca berjalan Indonesia, yang pada gilirannya memberikan kontribusi terhadap penguatan sektor eksternal dan terjaganya stabilitas ekonomi makro. Dia memaparkan ekspor Indonesia pada Oktober 2023 tercatat US$22,15 miliar atau turun 10,43% secara tahunan (year-on-year/YoY) karena high base effect tahun lalu serta menurunnya harga komoditas pada tahun ini. Dia melanjutkan penurunan ekspor terjadi pada semua sektor yaitu sektor industri pengolahan sebesar 5,03% YoY, pertambangan 28,57% YoY, dan pertanian 21,58% YoY. Febrio menjelaskan kinerja perdagangan yang melambat tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi di negara-negara mitra dagang Indonesia, sebagai konsekuensi dari pelemahan ekonomi global. Meskipun perekonomian Amerika Serikat (AS) dalam tren menguat, tegasnya, impor asal Paman Sam secara keseluruhan masih terkontraksi. Demikian pula perlambatan aktivitas ekonomi di kawasan Asean, yang menyebabkan ekspor ke Singapura dan Malaysia terkontraksi masing-masing sebesar 4,73% dan 2,28% secara MtM. Sementara itu, Fabio menyatakan ekspor Indonesia ke China masih tumbuh sebesar 11,96% MtM di tengah perlambatan ekonomi Negeri Panda itu. Di sisi lain, impor barang konsumsi dan barang modal tumbuh masing-masing sebesar 3,83% dan 11,08% YoY.

Download Aplikasi Labirin :