Kenaikan Suku Bunga Terindikasi Sudah Usai
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan. Hal itu tercermin dari pengajuan klaim baru tunjangan pengangguran sepanjang pekan pertama November meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan.
Berdasarkan laporan Departemen Tenaga Kerja AS, klaim baru tunjangan pengangguran secara mingguan yang berakhir pada 11 November 2023 mencapai 231.000, meningkat 13.000 dari klaim baru pada pekan sebelumnya.
Klaim baru ini jadi data mingguan tertinggi sejak Agustus lalu. Sebelumnya, ekonomi yang disurvei
Reuters
memprediksi 220.000.
Pasar tenaga kerja melambat menjadi penanda kenaikan suku bunga The Fed telah membatasi permintaan. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa siklus pengetatan kebijakan The Fed telah usai.
Sementara secara total, klaim tunjangan pengangguran di AS baik baru maupun lanjutan pada sepekan yang berakhir di 4 November mencapai 1,87 juta. Angka ini naik 32.000 dari pekan sebelumnya dan data mingguan terbesar dalam hampir dua tahun.
Para ekonom berpendapat bahwa klaim terus naik karena banyak dari orang-orang yang menganggur mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan. Hal itu mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja lebih longgar dibandingkan era pasca pandemi.
"Kemajuan sederhana telah dicapai dalam menurunkan inflasi dan menyeimbangkan kembali pasar tenaga kerja," kata Conrad DeQuadros, Penasihat Ekonomi Senior Brean Capital seperti dilansir dari
Reuters,
Jumat (17/11).
Nancy Vanden Houten, Ekonom Oxford Economics melihat data klaim tersebut konsisten dengan pasar kerja yang cukup tenang untuk menahan kenaikan suku bunga, namun terlalu kuat untuk jadi pertimbangan penurunan suku bunga dalam waktu dekat
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023