Kinerja Ekspor Manufaktur Melemah
Kinerja ekspor industri pengolahan atau manufaktur pada
periode Januari-Oktober 2023 menurun 10,30 % dibandingkan dengan periode yang
sama tahun lalu, dikarenakan pelemahan permintaan dunia dan melandainya
sejumlah harga komoditas global. Mengutip data BPS, nilai ekspor industri
pengolahan sesuai harga barang (free on board/FOB) Januari-Oktober 2023
mencapai 155,16 miliar USD, merosot 10,30 % ketimbang periode yang sama tahun
lalu yang sebesar 172,97 miliar USD. Penurunan terbesar dicatat oleh komoditas
produk lemak dan minyak hewani/nabati olahan yang pada periode Januari-Oktober
2023 merosot 19,52 % secara tahunan.
Komoditas besi dan baja juga mencatat penurunan kinerja ekspor.
Pada Januari-Oktober 2023, ekspor besi dan baja bernilai 22,13 miliar USD,
menurun 4,35 % secara tahunan. Komoditas lainnya yang mencatatkan penurunan ekspor
cukup dalam adalah alas kaki. Pada Januari-Oktober 2023 ekspor alas kaki
mencapai 5,33 miliar USD, menurun 18,86 % secara tahunan. Direktur Eksekutif
Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri, Kamis
(16/11) menjelaskan, penurunan kinerja ekspor industri pengolahan itu disebabkan
gabungan dari permintaan ekspor yang melemah dan harga komoditas yang kian melandai.
Hal itu dipicu oleh melambatnya perekonomian negara-negara tujuan ekspor Indonesia.
(Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023