KELAUTAN DAN PERIKANAN, Kebijakan Minim Kajian Picu Masalah Baru
Persoalan data yang lemah dan minimnya kajian yang melandasi
sejumlah kebijakan di sektor kelautan dan perikanan berpotensi memicu bias kebijakan
dan persoalan baru. Sejumlah kalangan menyerukan pembenahan tata kelola di
tengah tantangan pangan masa depan. CEO dan Founder Ocean Solutions Indonesia
Zulficar Mochtar mengemukakan, perlu pembenahan data sebagai landasan
pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Apalagi, Kementerian Kelautan dan Perikanan
(KKP) gencar mengusung isu perikanan berkelanjutan dan ekonomi biru. Data yang keliru
dinilai berpotensi memicu persoalan baru.
Ia menyoroti rencana kebijakan ekspor benih bening lobster
yang minim kajian dan akurasi data. Keberadaan data yang solid dinilai sangat
penting. Saat ini, rencana kebijakan itu juga menuai polemik di publik terkait
ancaman keberlangsungan stok sumber daya benih, dan nasib pengembangan budidaya
lobster di dalam negeri. ”Mengingat kebijakan (ekspor benih lobster) bisa
berdampak luas secara ekologis, sosial, dan ekonomi, KKP perlu disiplin dalam
menyiapkan kajian ilmiah agar nantinya (kebijakan) tidak bablas, serta
mengurangi potensi masalah di kemudian hari,” katanya, Rabu (15/11). (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023