Jam Kerja Fleksibel Paling Dibutuhkan Pekerja
Cuti melahirkan, cuti menemani istri melahirkan, dan
pengaturan jam kerja fleksibel merupakan program yang paling banyak dibutuhkan
pekerja. Ketiga program ini dianggap mampu mendukung keseimbangan bekerja dan
memenuhi tanggung jawab mereka dalam keluarga. Jika ketiga program tersebut
disediakan tempat kerja, dampak akan dirasakan pada produktivitas kerja pekerja
dan perusahaan. Laporan survei ”Persepsi terhadap Pekerjaan Perawatan,
Pandangan Publik dalam Kerangka 5R” oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO)
dan Katadata Insight Center menyatakan, 42,6 % dari 2.217 responden menyebut
cuti melahirkan adalah layanan paling dibutuhkan. Lalu, 17,9 % menyebut cuti menemani
istri melahirkan paling dibutuhkan. Selanjutnya, 8,5 % menyebut pengaturan jam
kerja fleksibel sebagai program perawatan yang paling dibutuhkan.
Dari sisi pekerja formal, program perawatan yang paling banyak
dibutuhkan adalah cuti melahirkan, diikuti cuti menemani istri melahirkan, dan pengaturan
jam kerja yang fleksibel. Adapun bagi kalangan pekerja informal, program perawatan
yang paling banyak di butuhkan adalah cuti melahirkan, cuti menemani istri melahirkan,
dan pojok laktasi. Survei dilakukan secara daring selama kurun 15 September-3
November 2023. Dari 2.217 responden yang disurvei, 67,5 % berjenis kelamin
perempuan dan 67,4 % bekerja di sektor informal. Responden tersebar di 34
provinsi. Sebanyak 58,2 % berusia 27-42 tahun, kelompok usia 18-26 tahun
sebanyak 27,5 %. Sebanyak 73,7 % responden berstatus sudah menikah dan 1.597
responden berdomisili di Jawa.
Latar belakang profesi responden beragam, seperti pegawai
negeri sipil, karyawan industri garmen, karyawan BUMN/BUMD, karyawan UMKM,
pengojek daring, kreator konten, pekerja rumah tangga, dan buruh harian lepas. ”Ketika
keseimbangan bekerja dan tanggung jawab keluarga terpenuhi, karyawan bisa berkontribusi
optimal terhadap pekerjaan yang pada akhirnya berdampak positif ke perusahaan
dan perekonomian nasional,” ujar Koordinator Program ILO Indonesia untuk Ekonomi
Perawatan Early Dewi Nuriana dalam diskusi ”Pekerjaan Perawatan, Tanggung Jawab
Perempuan atau Bersama”, Rabu (15/11) di Jakarta. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023