;

Pekerja Andal, Manufaktur Tangguh

Ekonomi Yoga 15 Nov 2023 Kompas
Pekerja Andal, Manufaktur Tangguh

Ketangguhan industri manufaktur dan keandalan tenaga kerja tidak bisa diraih dengan cara instan. Perlu tekad, strategi, dan waktu untuk mewujudkannya. Industri pengolahan berperanpenting dalam perekonomian Indonesia, antara lain dari sisi serapan tenaga kerja dan sumbangannya terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada triwulan III-2023, pada saat perekonomian tumbuh 4,94 % secara tahunan, industri pengolahan tumbuh 5,2 % dengan distribusi terhadap PDB sebesar 18,75 %. Data BPS menunjukkan, pertumbuhan industri pengolahan yang melampaui pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang permintaan domestik yang masih kuat. Meski demikian, mengutip data Statista, peran sector manufaktur terhadap PDB Indonesia pada 2017-2022 kian merosot. Porsi industri pengolahan yang pada 2017 sebesar 20,16 %, turun menjadi 19,24 % pada 2021 dan 18,34 % pada 2022.

Gejala deindustrialisasi, yang ditandai dengan merosotnya peran industri dalam perekonomian, kian jelas. Sebaliknya, sektor jasa berkembang cepat. Lapangan usaha transportasi dan pergudangan, meskipun perannya 5,98 % terhadap PDB, pada triwulan III-2023 tumbuh 14,74 % secara tahunan. Lapangan usaha akomodasi, makan dan minum, yang porsinya 2,51 % pada PDB, tumbuh 10,9 %. Merujuk data BPS, meskipun jumlahnya bertambah, porsi penduduk yang bekerja di industri pengolahan menyusut, dari 14,17 % pada Agustus 2022 menjadi 13,83 % pada Agustus 203, dengan rata-rata upah Rp 3,2 juta per bulan, sedikit di atas rata-rata upah buruh berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2023 yang Rp 3,18 juta per bulan. Tenaga kerja yang memiliki pendidikan dan keterampilan andal mesti disiapkan dan industri pengolahan mesti diperkuat. Industri pengolahan yang kuat akan menopang pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas perekonomian saat terjadi guncangan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :