Dari Cirata, Energi Hijau untuk Bumi Lebih Baik
Senyum lebar menghias wajah Presiden Jokowi saat meresmikan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya Terapung Cirata, Kamis (9/11) pagi. Bagi Presiden,
pembangunan infrastruktur penghasil energi hijau ini semakin membuka langkah maju
untuk pengembangan energi baru dan terbarukan di Tanah Air. PLTS ini berkapasitas
192 megawatt-peak dan mampu memasok listrik hingga 50.000 rumah. Dengan
kapasitas yang dimiliki, PLTS Terapung Cirata menjadi pembangkit listrik terapung
terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga terbesar di dunia. ”Ini merupakan hari
bersejarah karena mimpi besar kita untuk membangun pembangkit energi baru dan
terbarukan (EBT) dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana,” ujarnya dalam
peresmian yang disambut terik matahari pagi itu.
Setiap panel terapung seperti pulau persegi dengan luas 10 hektar
atau 14 kali lapangan sepak bola. Panel terapung ini menutupi 4 % total permukaan
Waduk Cirata yang mencapai 6.200 hektar. Posisi panel surya ini berada di sebelah
utara waduk dan berjarak sekitar 400 meter dari pintu pengambilan air (water intake)
Pembangkit Listrik Tenaga Air Cirata. Waduk Cirata membentang di antara
Kabupaten Bandung Barat, Cianjur, dan Purwakarta. Panel Surya yang terbentang
itu membuat Jokowi semakin optimistis dalam kontribusi energi hijau di masa depan.
Dia berujar sudah saatnya Indonesia memaksimalkan potensi EBT yang terbentang
di Tanah Air. ”Kami harapkan makin banyak EBT yang dibangun di Indonesia, baik
itu tenaga surya, tenaga air, panas bumi, maupun tenaga angin. Memang
permintaan untuk energi hijau untuk industri ini paling banyak karena semua ingin
mendapatkan produk premium dari green energy,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023