Pasca Pandemi Bisnis Konstruksi Meninggi
bisnis konstruksi semakin meningkat pasca pandemi Covid-19. Permintaan konstruksi yang pesat membuat beberapa startup menggenjot bisnisnya. Salah satunya, Gravel yang merupakan perusahaan rintisan yang fokus di bidang konstruksi dan menyalurkan pekerja di bidang ini. Ricky Alexander, Senior Manager Public Relations Gravel, menyebutkan, lewat aplikasi Gravel, pengguna bisa memesan tukang, material, layanan perbaikan, dan peremajaan hunian dengan lebih mudah. Walau pandemi sudah terakhir, Ricky bilang, permintaan layanan konstruksi melalui aplikasi Gravel tetap terus meningkat, karena telah menjadi bagian gaya hidup dari konsumen. Hal ini terjadi lantaran pengguna sudah merasakan kemudahan mendapatkan jasa konstruksi dan membuktikan kualitas hasil kerja tukang dari Gravel maupun mitra Gravel lainnya. Sejak 2019 hingga Oktober 2023, Gravel telah menyelesaikan lebih dari 6.000 proyek di 20 provinsi di Indonesia. Mulai dari proyek pembangunan dan renovasi bangunan, fasilitas umum, high-rise building, infrastruktur skala besar dan menengah, hingga ke proyek skala kecil seperti perbaikan dan perawatan hunian. Menurut Jordy Salim, Co-Founder dan Chief Executive Officer Tokban, pihaknya menyasar segmen business to business (B2B). Salah satunya adalah toko bangunan. Tokban juga membidik para pebisnis di bidang bangunan alias kontraktor. Apalagi, jumlahnya malah lebih banyak dari penjual bahan bangunan, mencapai 200.000 kontraktor yang tercatat di Indonesia.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023