Sengkarut Pembangkit Listrik Tenaga Surya
10 Nov 2023
Tempo
JAKARTA - Kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terancam stagnan di tengah tenggat bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025. Salah satunya karena instalasi PLTS atap yang terhambat. Bauran energi ini penting untuk mencapai target pengurangan emisi sebesar 32 persen atau setara dengan 912 juta ton CO2 pada 2030. Target tersebut penting untuk mencapai komitmen Indonesia menahan kenaikan suhu global pada 1,5 derajat Celsius. PLTS menjadi tumpuan negara buat mewujudkannya karena potensi sinar matahari yang berlimpah, mencapai 3.294 megawatt.
Bendahara Umum Perkumpulan Pemasang PLTS Atap Seluruh Indonesia (Perplatsi) Muhammad Firmansyah mengatakan instalasi pembangkitan di atap bangunan bisa menjadi solusi paling cepat menambah kapasitas PLTS. Lokasinya bisa tersebar hingga ke rumah masyarakat. Investasi pun jauh lebih terjangkau ketimbang PLTS di tanah atau terapung. Sayangnya, minat pemasangan PLTS atap, khususnya yang tersambung dengan jaringan PT PLN (Persero), makin minim. "Terjadi penurunan omzet rata-rata 30-40 persen," kata Firmansyah kepada Tempo, kemarin. Beberapa anggotanya bahkan terpaksa harus tutup usaha. (Yetede)
Tags :
#ListrikPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023