ANJT Minimalisir Dampak El Nino
Emiten perkebunan sawit, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyiapkan beberapa strategi untuk tetap meningkatkan produktivitas di tengah turunnya harga sawit. Direktur Keuangan ANJT, Nopri Pitoy mengatakan, selain turunnya harga sawit dan produk turunannya, kinerja perusahaan juga terdampak kemarau panjang atau El Nino yang masih berlangsung sampai sekarang. Tentu bukan hal mudah bagi Austindo Nusantara dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Namun demikian, sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan ANJT guna meminimalisir dampak kemarau panjang. "Antara lain dengan melakukan peremajaan atau replanting, sehingga kami memiliki tanaman dengan varietas yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, penyediaan waduk hingga program pupuk organik (kompos) serta pengendalian hama," jelas Nopri saat dihubungi KONTAN, Selasa (7/11). Selain pendapatan dari sawit, ANJT juga punya beberapa lini bisnis lainnya. Antara lain bisnis edamame dan sagu. Jika melansir dari laporan keuangan, penjualan edamame perseroan di kuartal III-2023 berada di angka US$ 1,39 juta, naik 16% jika dibandingkan dengan penjualan edamame kuartal III tahun lalu yang senilai US$ 1,19 juta. Di akhir tahun, ANJT juga akan mencoba peruntungan dengan menjajal ekspansi pasar ekspor edamame ke wilayah Asia Pasifik, baik secara independen maupun dengan memanfaatkan jaringan pasar dari mitra strategis, yakni AJI HK Limited yang merupakan salah satu anak perusahaan Asia Foods Group. Kendati lini bisnis edamame bertumbuh, total pendapatan ANJT hingga kuartal III 2023 mengalami penurunan. Merujuk laporan keuangan perseroan hingga akhir September 2023, ANJT mencatatkan pendapatan di angka US$ 176,66 juta. Pendapatan ini menurun 12,5% jika dibandingkan dengan pendapatan pada akhir September tahun 2022 lalu yang berada di angka US$ 201,87 juta. Penurunan harga terjadi mulai dari tandan buah segar (TBS) hingga produk turunannya, seperti minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), palm kernel (PK) atau inti sawit, dan minyak inti kelapa sawit atau palm kernel oil (PKO).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023