;

Nestapa Lumbung Ikan Jangan Terlupakan

Ekonomi Yoga 09 Nov 2023 Kompas
Nestapa Lumbung
Ikan Jangan
Terlupakan

Perairan Maluku surga bagi pemburu ikan, 37 % sumber daya ikan nasional ada di sana. Namun, kemiskinan yang menjerat ribuan rumah tangga nelayan di sekitarnya menggambarkan nestapa kehidupan warga di lumbung ikan yang terlupa. Puluhan kapal besi teronggok di Pulau Maikor, Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (22/9). Bodi kapal-kapal itu berkarat. Tidak ada anak buah kapal yang beraktivitas di sana. Gedung di dekat dermaga yang pernah dioperasikan PT Pusaka Benjina Resources (PBR) juga terbengkalai. Dulu, Benjina menjadi jantung perekonomian Kepulauan Aru. Industri perikanan di sana menyerap lebih dari 1.000 pekerja. Akan tetapi, terungkapnya kasus perbudakan ratusan nelayan asing oleh perusahaan perikanan pada 2015 telah mengubah keadaan di Benjina. Perusahaan itu ditutup. Aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan industri perikanan pun lumpuh.

Hingga 2015, PT PBR mengoperasikan 80 kapal pukat harimau (trawl) eks asing. Perusahaan itu mempekerjakan 300 orang Indonesia dan 1.800 warga asing, 90 persen di antaranya dari Thailand. ”Sebelum perusahaan ditutup, suasana Benjina ramai karena banyak orang yang bekerja di sini. Namun, sekarang keadaannya berbeda,” ujar Mat Sarif (49), warga Benjina. Setelah PT PBR ditutup, banyak pekerja meninggalkan Benjina. Pekerja dari pulau itu beralih menjadi pekerja kapal transportasi, bercocok tanam, dan nelayan. ”Setelah perusahaan ditutup, warga mencari penghidupan masing-masing. Padahal, potensi ikan di sini melimpah. Industri dibutuhkan untuk mengelolanya. Namun, tentu dengan cara-cara yang baik,” katanya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :