Nestapa Lumbung Ikan Jangan Terlupakan
Perairan Maluku surga bagi pemburu ikan, 37 % sumber daya
ikan nasional ada di sana. Namun, kemiskinan yang menjerat ribuan rumah tangga
nelayan di sekitarnya menggambarkan nestapa kehidupan warga di lumbung ikan
yang terlupa. Puluhan kapal besi teronggok di Pulau Maikor, Benjina, Kabupaten
Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (22/9). Bodi kapal-kapal itu berkarat. Tidak ada
anak buah kapal yang beraktivitas di sana. Gedung di dekat dermaga yang pernah
dioperasikan PT Pusaka Benjina Resources (PBR) juga terbengkalai. Dulu, Benjina
menjadi jantung perekonomian Kepulauan Aru. Industri perikanan di sana menyerap
lebih dari 1.000 pekerja. Akan tetapi, terungkapnya kasus perbudakan ratusan
nelayan asing oleh perusahaan perikanan pada 2015 telah mengubah keadaan di
Benjina. Perusahaan itu ditutup. Aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan industri
perikanan pun lumpuh.
Hingga 2015, PT PBR mengoperasikan 80 kapal pukat harimau
(trawl) eks asing. Perusahaan itu mempekerjakan 300 orang Indonesia dan 1.800
warga asing, 90 persen di antaranya dari Thailand. ”Sebelum perusahaan ditutup,
suasana Benjina ramai karena banyak orang yang bekerja di sini. Namun, sekarang
keadaannya berbeda,” ujar Mat Sarif (49), warga Benjina. Setelah PT PBR
ditutup, banyak pekerja meninggalkan Benjina. Pekerja dari pulau itu beralih
menjadi pekerja kapal transportasi, bercocok tanam, dan nelayan. ”Setelah
perusahaan ditutup, warga mencari penghidupan masing-masing. Padahal, potensi
ikan di sini melimpah. Industri dibutuhkan untuk mengelolanya. Namun, tentu
dengan cara-cara yang baik,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023