;

Hidup Tak Layak Para Pekerja Pabrik Pembuat Baju Mahal

Ekonomi Yoga 09 Nov 2023 Kompas
Hidup Tak Layak Para Pekerja Pabrik Pembuat Baju Mahal

Setidaknya dua  buruh perempuan tewas dan beberapa orang cedera pada Rabu (8/11). Korban jatuh setelah polisi melepas tembakan ke arah pekerja industri garmen yang berunjuk rasa di Gazipur, Bangladesh. Pabrik-pabrik di Bangladesh memasok banyak jenama terkemuka, seperti H&M, Gap Inc, Levi’s, Walmart, Zara, Marks and Spencer, Primark, Aldi Inditex, Bestseller, Hugo Boss, dan Lululemon. Meski jenama itu mendapat omzet besar, para pembuatnya hidup tak layak di Bangladesh. Karena itu, sepekan terakhir ada pemogokan dan unjuk rasa. Pekerja minta naik gaji. Sejak 2019, gaji pekerja industri garmen Bangladesh tidak naik. Pekan lalu, puluhan pabrik dijarah para pekerja dan ratusan pabrik lain ditutup pemilik untuk menghindari perusakan.

”Banyak pabrik besar memproduksi pakaian untuk hampir semua jenama dan pengecer besar Barat,” kata Presiden Federasi Pekerja Garmen dan Industri Bangladesh Kalpona Akter. Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh hanya menawarkan kenaikan upah 25 %. Adapun Pemerintah Bangladesh setuju upah minimum naik 56,25 % menjadi 114 % atau Rp 1,8 juta per bulan. Kenaikan berlaku mulai 1 Desember 2023. Pemerintahan PM Sheikh Hasina juga berjanji, gaji bisa naik 5 % setiap tahun. Buruh menolak, sebab inflasi saja 9,5 %. Mereka minta upah minimum menjadi 209 % per bulan. Sekarang, upah minimum industri itu hanya 75 dollar AS. Studi biaya hidup komprehensif yang dilakukan Institut Studi Perburuhan Bangladesh menunjukkan, pekerja membutuhkan minimum 23.000 taka atau Rp 4,3 juta untuk bisa hidup di atas garis kemiskinan. Sementara dalam laporan Center for Policy Dialogue, sebagaimana dikutip Deutsche Welle (DW), disimpulkan bahwa pekerja garmen Bangladesh mendapatkan upah paling rendah dibandingkan pekerja industri sejenis di China, Kamboja, India, dan Vietnam. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :