Nelayan Bagan di Laut Arafura
Sore yang sedikit mendung dan laut mulai bergelombang, Heri
Patyanan memacu perahunya agar lekas tiba di bagan dengan harapan mendapat
hasil tangkapan ikan teri melimpah. Sebuah doa yang selalu didaraskan para
nelayan Kei ketika mengarungi Laut Banda agar laut tenang tidak mengombang-ambingkan
perahu di tengah gelombang. Ini juga sebagai harapan setelah semalam sebelumnya
mereka tidak beruntung saat mengangkat jaring dengan ikan teri tak sebanyak
biasanya. Tepat saat matahari terbenam, tujuh buruh nelayan tiba di atas bagan
untuk menurunkan jaring ke dasar laut yang berada di perairan Kepulauan Kei. ”Jaring
sudah diturunkan dan menunggu arus bersamaan dengan datangnya gerombolan ikan
puri (teri maluku) yang akan ditangkap,” ujar Heri.
Setelah beberapa jam menunggu di atas pondokan terapung digoyang
gelombang, mereka sesekali mengamati arus dan gelembung yang muncul ke atas
permukaan air. Bagi nelayan Kampung Selayar, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten
Maluku Tenggara, Maluku, berburu ikan teri di atas bagan merupakan bagian dari
hidup mereka, Minggu (17/9/2023). Jika mereka beruntung, dalam satu malam
nelayan bagan dapat mengangkat jaring sebanyak lima kali. Sementara saat tidak
musim ikan, hanya dua kali angkat jaring dengan hasil maksimal lima ember. Laut
Indonesia timur di sekitar perairan Kepulauan Kei masih menjadi berkah
tersendiri bagi mereka yang dapat menjual ikan puri atau teri dengan harga Rp
350.000 hingga Rp 450.000 per ember. ”Hari
ini lebih banyak dari kemarin, kita dapat sepuluh ember,” kata Heri. Bersamaan
matahari terbit, mereka sudah mengangkut hasil tangkapannya pulang. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023