;

Nelayan Bagan di Laut Arafura

Ekonomi Yoga 05 Nov 2023 Kompas
Nelayan Bagan di Laut Arafura

Sore yang sedikit mendung dan laut mulai bergelombang, Heri Patyanan memacu perahunya agar lekas tiba di bagan dengan harapan mendapat hasil tangkapan ikan teri melimpah. Sebuah doa yang selalu didaraskan para nelayan Kei ketika mengarungi Laut Banda agar laut tenang tidak mengombang-ambingkan perahu di tengah gelombang. Ini juga sebagai harapan setelah semalam sebelumnya mereka tidak beruntung saat mengangkat jaring dengan ikan teri tak sebanyak biasanya. Tepat saat matahari terbenam, tujuh buruh nelayan tiba di atas bagan untuk menurunkan jaring ke dasar laut yang berada di perairan Kepulauan Kei. ”Jaring sudah diturunkan dan menunggu arus bersamaan dengan datangnya gerombolan ikan puri (teri maluku) yang akan ditangkap,” ujar Heri.

Setelah beberapa jam menunggu di atas pondokan terapung digoyang gelombang, mereka sesekali mengamati arus dan gelembung yang muncul ke atas permukaan air. Bagi nelayan Kampung Selayar, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, berburu ikan teri di atas bagan merupakan bagian dari hidup mereka, Minggu (17/9/2023). Jika mereka beruntung, dalam satu malam nelayan bagan dapat mengangkat jaring sebanyak lima kali. Sementara saat tidak musim ikan, hanya dua kali angkat jaring dengan hasil maksimal lima ember. Laut Indonesia timur di sekitar perairan Kepulauan Kei masih menjadi berkah tersendiri bagi mereka yang dapat menjual ikan puri atau teri dengan harga Rp 350.000 hingga Rp 450.000 per ember.  ”Hari ini lebih banyak dari kemarin, kita dapat sepuluh ember,” kata Heri. Bersamaan matahari terbit, mereka sudah mengangkut hasil tangkapannya pulang. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :