;

Maluku Utara Perlu Genjot Sektor Nontambang

31 Oct 2023 Kompas
Maluku Utara Perlu Genjot
Sektor Nontambang

Ekonomi Maluku Utara tahun 2023 terus tumbuh di atas rata-rata nasional yang didukung sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Namun, pertumbuhan yang terpusat di dua sektor tersebut membuat ketimpangan semakin tajam. Penyetaraan di sektor nontambang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dirasakan oleh warga lokal. Dalam keterangannya di Ternate, Maluku Utara, Senin (30/10) Kepala Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Wilayah Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata menjelaskan, pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) provinsi itu hingga kuartal II-2023 di angka 23,89 %, atau 3-4 kali lipat pertumbuhan ekonomi nasional, didorong sektor pengolahan yang tumbuh 48,12 % secara tahunan (year on year/yoy) dan sektor pertambangan sebesar 64 % yoy.

Pertumbuhan sektor pertanian, yang menjadi mata pencarian warga asli, hanya berkontribusi 12,76 % dan tumbuh 5 % yoy. ”Penerimaan pajak mineral masih yang terbesar. Khusus sektor pengolahan angkanya 39 % dan diprediksi terus meningkat seiring adanya fasilitas pengolahan nikel atau smelter,” ujarnya. Pertumbuhan sektor pertambangan dan pengolahan yang pesat membuat ketimpangan ekonomi, salah satunya terkait dengan pemerataan pendapatan menjadi semakin besar di Maluku Utara. Tingkat ketimpangan tertinggi terjadi di salah satu pusat industri nikel, Halmahera Tengah. Agung menambahkan, pemda perlu mendorong sektor nontambang untuk berkembang agar perekonomian menjadi lebih merata. Pada 2023 pemerintah tengah mendorong berdirinya pembangkit listrik tenaga panas bumi di Desa Idamdehe, Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan cadangan panas bumi sebesar 20-50 MWE (megawatt electric). Kehadiran pasokan listrik yang andal ini diharapkan memancing industri dan investasi di Maluku Utara masuk, khususnya sektor pengolahan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :