;

Strategi Tekan Angka Kemiskinan Belum Realistis

Strategi Tekan Angka
Kemiskinan Belum Realistis

Ketiga kandidat calon presiden dan wakil presiden memasang target yang ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan secara drastis. Cita-cita yang tinggi itu perlu dibuktikan lewat strategi yang realistis dan menyentuh akar masalah, yang sejauh ini belum terlihat dari tawaran program para kandidat. Ditilik dari dokumen visi dan misi bakal calon presiden dan wakil presiden, ketiga kandidat memasang target angka kemiskinan yang ambisius. Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, misalnya, ingin menekan tingkat kemiskinan dari 9,36 % (Maret 2023) menjadi 4-5 % pada 2029, serta menghapus kemiskinan ekstrem pada dua tahun pertama menjabat. Target yang lebih ambisius dipatok oleh pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yakni menekan kemiskinan menjadi 2,5 % pada 2029 dan kemiskinan ekstrem 0 %. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memasang target yang lebih moderat, yaitu kemiskinan di bawah 6 % pada 2029 dan kemiskinan ekstrem 0 % pada 2026.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Senin (30/10)  mengatakan, semakin ambisius target kemiskinan yang dipasang, tawaran program yang diberikan juga  harus sepadan. Sebab, ikhtiar menurunkan angka kemiskinan tidak semudah membalik telapak tangan. Secara historis, menurut dia, upaya menurunkan angka kemiskinan sebesar 1 % dalam satu tahun nyaris tidak pernah terjadi. ”Target yang tinggi membutuhkan terobosan dan strategi yang tidak business as usual. Melihat ke belakang, mau menurunkan kemiskinan 1 % saja biasanya butuh extra effort yang pasti akan membebani APBN,” katanya. Berdasarkan dokumen visi-misi para kandidat, sudah tampak beberapa gagasan baru untuk menekan kemiskinan. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira mengatakan, berbagai terobosan program baru yang dimunculkan para kandidat itu perlu realistis. Sebab, target ambisius itu tidak akan bisa dieksekusi dengan baik jika tidak ada terobosan kebijakan dari sisi penerimaan negara. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :