Terumbu Karang Bontang Datangkan Ketenangan hingga Cuan
Yusta (36), warga Kelurahan
Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kaltim, memperlihatkan daftar berisi 17 orang di
telepon genggamnya, semuanya warga Bontang Kuala yang pernah dan masih aktif
melakukan pengeboman terumbu karang. ”Sebanyak 12 orang di antaranya sudah
bergabung dengan kami. Masih ada lima lagi yang tengah dibujuk untuk meninggalkan
bom dan racun ikan,” kata Yusta, kini sebagai Ketua Kelompok Konservasi Terumbu
Karang Bontang Kuala (Karaka), Sabtu (21/10). Anggota Karaka, semua warga
Bontang Kuala yang aktif merawat terumbu karang di Tobok Batang. Letaknya di Selat
Makassar, berjarak 2 kilometer dari rumah mereka. Sebelum membentuk Karaka, semua
anggota mencari ikan dengan bom. Aktivitas yang dilakukan secara turun-temurun
itu belakangan membuat mereka berhadapan dengan hukum karena merusak ekosistem
laut. Setelah paham bom menghancurkan masa depan, mereka berubah.
Mereka merasakan sendiri
kerusakan terumbu karang akibat bom, sejalan dengan semakin sulitnya nelayan
mencari ikan. Tak jarang nelayan Bontang harus melaut hingga Kutai Timur,
sekitar 1 jam dari Bontang, atau setara 20 liter solar. Untuk menghemat ongkos,
mereka menginap dan meninggalkan keluarga ketimbang pergi-pulang. ”Jauh-jauh
melaut hanya dapat Rp 2 juta per minggu. Sampai di rumah, setelah dipotong ongkos
solar dan makan, tinggal Rp 200.000,” katanya. ”Konservasi terumbu karang
menjadi jembatan mengerjakan berbagai hal baru. Kami ingin terus belajar agar
semakin banyak membuka peluang baru berkelanjutan,” katanya. Salah satu anggota
Karaka, Said Ahmad Rafi (33), merasakan kegiatan pelestarian terumbu karang
sebagai terapi lepas dari trauma. Saat masih mengebom ikan, hidupnya tidak
tenang karena khawatir ditangkap aparat. Kini, ia aktif mengonservasi terumbu
karang dan menjadi pencari lobster. ”Semoga (terumbu karang yang dikonservasi)
bisa menjadi rumah bagi ikan. Bila makin banyak ikan, yang untung nelayan
juga,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023