PENINGKATAN NILAI TAMBAH : PASAR TERBATAS HASIL PENGHILIRAN
Minimnya serapan produk hasil penghiliran membuat cemas pelaku industri pertambangan yang sudah mengeluarkan modal cukup besar untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian.
Indonesia Mining Associa tion (IMA) mencatat serapan produk hasil penghiliran di dalam negeri hanya sekitar 20%—25%. Hal itu dinilai bakal membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan usaha hulu pertambangan yang sekarang diwajibkan melakukan penghiliran.Rachmat Makkasau, Ketua Umum IMA, mengatakan bahwa perusahaan pertambangan telah menggelontorkan investasi yang tidak sedikit dalam melaksanakan penghiliran di dalam negeri. Padahal, sektor itu tergolong industri baru bagi penambang dan memiliki margin yang relatif tipis.
Dia berharap pemerintah bisa meningkatkan kapasitas serapan produk hasil penghiliran di dalam negeri, seiring dengan meningkatnya komitmen penambang dalam menyelesaikan proyek smelter yang ada.Dengan begitu, investasi yang telah direalisasikan penambang tidak berakhir sia-sia dalam upaya mendukung program penghiliran mineral logam di dalam negeri.
Kekhawatiran serupa sempat disampaikan oleh Presiden Joko Widodo yang ingin memastikan impian untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama di ekosistem kendaraan listrik.Presiden menyebut, pemerintah pun fokus untuk menyatukan potensi yang ada di dalam negeri agar sumber daya mineral yang terkandung di Tanah Air bisa terus diolah menjadi produk paling hilir, sehingga mampu menciptakan ekosistem kendaraan listrik.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meminta perbankan nasional untuk ikut memberi pembiayaan untuk proyek smelter di dalam negeri.
Padahal, Bahlil menambahkan, sekitar 80% izin usaha pertambangan atau IUP di sisi hulu tambang dimiliki oleh perusahaan nasional. Sementara itu, pada sisi pengolahan dan pemurnian lebih lanjut mayoritas investasi justru berasal dari perusahaan asing. Di sisi lain, dia menambahkan, masifnya pembiayaan perbankan dari luar negeri membuat sebagian modal perusahaan smelter mesti lari ke luar negeri untuk membayar utang dan kredit bunga.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023