;

Jangan Abaikan Akses Listrik

20 Oct 2023 Kompas
Jangan Abaikan Akses Listrik

Pemerintah berupaya mendorong kenaikan konsumsi listrik di masyarakat, salah satu caranya dengan membagi-bagikan alat penanak nasi berbasis listrik atau rice cooker bagi golongan masyarakat tertentu. Namun, program tersebut dinilai kurang mendesak lantaran masih belum meratanya akses listrik di masyarakat. Pembangunan infrastruktur kelistrikan sebaiknya diutamakan. Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, dalam konferensi pers menjelang Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-78 dan Enlit Asia 2023, di Jakarta, Rabu (18/10) mengatakan, permintaan atau konsumsi daya listrik di masyarakat terus didorong. Di negara maju, semua sudah serba listrik, sedangkan di Indonesia masih banyak masyarakat yang memasak dengan kayu bakar. ”Bagaimana meningkatkan konsumsi listrik per kapita di Indonesia, yang masih rendah, baik dibandingkan negara-negara ASEAN maupun negara maju. Barangkali itu semangatnya (program pembagian rice cooker),” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga akhir 2022, konsumsi listrik di Indonesia 1.173 kWh per kapita atau di bawah target 2022 yang 1.268 kWh per kapita, di bawah rata-rata Asia Tenggara yang 3.672 kWh per kapita. Di sisi lain, kondisi kelistrikan pada sistem Jawa-Madura-Bali masih kelebihan pasokan (over supply) akibat melesetnya perkiraan pertumbuhan ekonomi pada program pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) yang dicanangkan pada 2015. Berbagai upaya meningkatkan permintaan listrik pun dilakukan. Selain memasifkan pendirian SPKLU pada 2022, program pembagian kompor listrik induksi sempat diuji coba di Kota Surakarta, Jateng dan Bali. Namun, program itu dibatalkan. Peneliti Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Akmaluddin Rachim, berpendapat, over supply kelistrikan di sistem Jawa-Madura-Bali terjadi di tengah kenyataan masih ada daerah-daerah yang belum teraliri listrik. Menurut data Kementerian ESDM, hingga akhir 2022 masih ada 318.470 rumah tangga dan 199 desa yang belum berlistrik, karena itu, pemerataan agar listrik menjangkau daerah-daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan) mesti diutamakan. Misalnya, dengan semakin banyak membangun infrastruktur jaringan kelistrikan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :