;

Depresiasi Rupiah Senggol Manufaktur

Ekonomi Yoga 18 Oct 2023 Kompas
Depresiasi
Rupiah Senggol
Manufaktur

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD mengakibatkan sejumlah sektor industri manufaktur, seperti industri makanan-minuman serta industri tekstil dan produksi tekstil dalam negeri, terdampak. Pelemahan kurs juga berpotensi memangkas daya beli dan permintaan masyarakat. Nilai tukar rupiah saat ini tengah melemah atau terdepresiasi akibat ketidakpastian pasar keuangan global. Mengutip kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada Selasa (17/10) malam, kurs rupiah berada di level Rp 15.718 atau melemah 1,49 % dibandingkan akhir September 2023. Secara kalender berjalan, nilai tukar rupiah juga tercatat melemah 0,80 % dibandingkan akhir Desember 2022.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman di Jakarta, Selasa (17/10) mengatakan, dampak depresiasi rupiah dirasakan oleh para pelaku industri makanan-minuman di Tanah Air. Sebab, sebagian besar kebutuhan produksi industri makanan-minuman, seperti bahan baku dan barang modal, masih impor. ”Di samping bahan baku dan barang modal, ada juga biaya lain, seperti logistik dan kapal. Semua itu, kan, dalam bentuk USD sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan, baik di sisi produksi, harga pokok produksi, maupun dalam biaya logistik dan distribusinya,” kata Adhi. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :