;

Utang Luar Negeri Perlu Kewaspadaan

Ekonomi Yoga 17 Oct 2023 Kompas
Utang Luar Negeri Perlu Kewaspadaan

Utang luar negeri Indonesia pada akhir Agustus 2023 menurun 0,8 % secara tahunan menjadi 395,1 miliar USD. Utang tersebut dinilai tetap sehat dilihat dari posisi jangka waktu utang yang mayoritas berjangka panjang dan rasio utang dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah ambang batas. Namun, pengelolaan utang perlu kewaspadaan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan suku bunga The Fed. Berdasarkan data BI, utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Agustus 2023 tersebut terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral (utang publik) sebesar 200,8 miliar USD atau 50,82 % dari total ULN. Selebihnya berasal dari utang swasta sebesar 194,3 miliar USD atau 49,28 % dari total ULN. Secara keseluruhan, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka panjang dengan porsi 87,4 % dari total ULN.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam keterangan resminya, Senin (16/10) menjelaskan, ULN pemerintah pada Agustus 2023 tumbuh melambat 3,6 %. Posisi ULN pemerintah tersebut turun dari 193,2 miliar USD pada Juli 2023 menjadi 191,6 miliar USD pada Agustus 2023. ”Perkembangan ULN tersebut utamanya dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresident (asing) dalam pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestic seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi,” ujarnya. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat, pemerintah tetap perlu mewaspadai adanya potensi risiko dari ULN tersebut. Risiko tersebut meliputi pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan suku bunga tinggi untuk waktu yang lama (higher for longer) oleh The Fed, bank sentral AS. (Yoga)

Tags :
#Utang
Download Aplikasi Labirin :