Utang Luar Negeri Perlu Kewaspadaan
Utang luar negeri Indonesia pada akhir Agustus 2023 menurun
0,8 % secara tahunan menjadi 395,1 miliar USD. Utang tersebut dinilai tetap sehat
dilihat dari posisi jangka waktu utang yang mayoritas berjangka panjang dan
rasio utang dengan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah ambang batas. Namun,
pengelolaan utang perlu kewaspadaan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah dan
suku bunga The Fed. Berdasarkan data BI, utang luar negeri (ULN) Indonesia
hingga akhir Agustus 2023 tersebut terdiri atas utang pemerintah dan bank
sentral (utang publik) sebesar 200,8 miliar USD atau 50,82 % dari total ULN.
Selebihnya berasal dari utang swasta sebesar 194,3 miliar USD atau 49,28 % dari
total ULN. Secara keseluruhan, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka
panjang dengan porsi 87,4 % dari total ULN.
Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, dalam
keterangan resminya, Senin (16/10) menjelaskan, ULN pemerintah pada Agustus 2023
tumbuh melambat 3,6 %. Posisi ULN pemerintah tersebut turun dari 193,2 miliar USD
pada Juli 2023 menjadi 191,6 miliar USD pada Agustus 2023. ”Perkembangan ULN
tersebut utamanya dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresident
(asing) dalam pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestic seiring dengan
volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi,” ujarnya. Direktur Eksekutif
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad berpendapat,
pemerintah tetap perlu mewaspadai adanya potensi risiko dari ULN tersebut.
Risiko tersebut meliputi pelemahan nilai tukar rupiah dan kebijakan suku bunga
tinggi untuk waktu yang lama (higher for longer) oleh The Fed, bank sentral AS.
(Yoga)
Tags :
#UtangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023