JELAJAH PELABUHAN 2023 : PRODUKTIVITAS PELINDO MENINGKAT
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) mencatat peningkatan produktivitas di beberapa pelabuhan peti kemas setelah merger empat BUMN pelabuhan beroperasi lebih dari 2 tahun. Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas, subholding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Muhammad Adji menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas pelabuhan itu disampaikan perusahaan pelayaran yang menjadi pelanggan tetap BUMN itu. “Mereka punya level of service namanya weekly service. Nah, kalau weekly service bisa dipastikan . Itu efek dari transformasi Pelindo,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu. Dia memberikan contoh salah satu pelayaran yang memiliki layanan pengapalan dari Pelabuhan Belawan Medan hingga Pelabuhan Jayapura kini hanya membutuhkan waktu 36 hari. Padahal, pelayaran itu sebelumnya ada standardidasi layanan terminal peti kemas beroperasi di lintasan panjang dari Belawan menuju Jayapura selama 42 hari. “Itulah yang didapatkan pelanggan Pelindo setelah transformasi Pelindo,” paparnya. Pada 2020, dia mencatat tujuh pelabuhan strategis di Indonesia Timur yaitu Bitung, Makassar, Biak, Ambon, Sorong, Jayapura, dan Kupang membongkar 13,8 juta ton barang pada pelayaran domestik. Sebaliknya, dari tujuh pelabuhan itu hanya memuat 6,2 juta ton barang. Sejak September 2023, PT Pelindo mulai mengelola Pelabuhan Ternate (Maluku Utara) dan Merauke (Papua Selatan). Menyusul kemudian Nunukan (Kalimantan Timur) dan Tarakan (Kalimantan Utara). Secara keseluruhan, Kepala Pelindo Regional 4 Enriany Muis menambahkan tranformasi di wilayahnya dilakukan di 13 pelabuhan dan terminal. Hasilnya adalah produktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Makassar dan TPK Ambon yang meningkat dari rata-rata 35 boks per jam per kapal menjadi rata-rata 50 boks per jam per kapal. Proses transformasi yang dilaksanakan pada pelabuhan di lingkungan PT Pelindo (Persero) meliputi standardisasi pola operasi, keterampilan pekerja, digitalisasi melalui berbagai aplikasi, penerapan perencanaan dan kontrol pada jasa pelayanan kapal, jasa pelayanan barang dan jasa pelayanan peti kemas melalui Integrated Control Room. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga mengatakan pembangunan nasional masih terfokus di Indonesia barat. Akibatnya, arus barang tidak seimbang antara Indonesia timur dan barat.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023