Alokasi Bantuan Air Bersih Kian Menipis
Alokasi bantuan air bersih yang disiapkan Pemkab Temanggung,
Jateng, tersisa 15 tangki dari total 151 tangki atau 755.000 liter air yang
disiapkan tahun ini. Sisa kuota dihemat guna mengantisipasi kemarau yang berpeluang
masih terjadi. Kasi Penanganan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Priyo Harjanto mengatakan, mempertimbangkan
ketersediaan bantuan air yang menipis dan prediksi musim ke marau yang mungkin
masih panjang hingga akhir Oktober, sisa alokasi 15 tangki sengaja disimpan
sebagai cadangan. ”Untuk memenuhi permintaan warga, saat ini kami berupaya
sebisa mungkin memanfaatkan bantuan air dari pihak luar,” ujarnya, Sabtu (14/10).
BPBD Kabupaten Temanggung sudah meminta lagi tambahan alokasi bantuan air bersih
sebanyak 50 tangki dari APBD Perubahan 2023.
Sisa alokasi 15 tangki itu akan disimpan sebagai cadangan
untuk memenuhi kebutuhan saat tambahan alokasi belum didapatkan dan ketika
tidak ada sumbangan bantuan air bersih dari pihak ketiga. Sejak pertengahan
Juli 2023 hingga 13 Oktober 2023, BPBD Kabupaten Temanggung telah mendistribusikan
344 tangki air atau 1.748.600 liter air bersih untuk memenuhi permintaan warga.Dari
jumlah itu, 137 tangki atau 685.000 liter air berasal dari APBD Temanggung,
sementara sisanya berasal dari pihak ketiga, terutama dari tanggung jawab
sosial perusahaan (CSR). Jumlah desa yang mengajukan permintaan juga terus bertambah.
Pada 14 September lalu, jumlah desa yang mengalami kekeringan dan mengajukan
permintaan air bersih terdata 14 desa di 11 kecamatan. Sementara pada 13
Oktober 2023, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih bertambah
signifikan, menjadi 31 desa di 12 kecamatan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023