;

Uang Judi Gagal Membangun Kota, ”Bang Oma” Sudah Ingatkan

Uang Judi Gagal Membangun Kota, ”Bang Oma” Sudah Ingatkan

Lebih dari tiga dekade lalu, Rhoma Irama atau Bang Oma merespons praktik perjudian yang kian digemari masyarakat. Dan, lahirlah lagu ”Judi” pada 1987. ”Judi (judi)/Menjanjikan kemenangan/Judi (judi)/Menjanjikan kekayaan/Bohong (bohong)/Kalaupun kau menang/Itu awal dari kekalahan/Bohong (bohong)/Kalaupun kau kaya/Itu awal dari kemiskinan/...” Demikian sebagian lirik lagunya. Tahun 1980-an, judi berupa undian berhadiah menjangkiti masyarakat. Pemerintah memberi izin praktik judi tebak angka ataupun skor hasil pertandingan olahraga. Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB) dan Pekan Olahraga dan Ketangkasan (Porkas), judi undian berhadiah yang merajai saat itu, banyak diminati oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Di ujung 1993, atas desakan berbagai pihak selama bertahun-tahun, termasuk suara Bang Rhoma si Raja Dangdut, Pemerintah Indonesia menghentikan dan melarang semua praktik perjudian. Lebih dari 30 tahun berlalu, judi menemukan ruangnya kembali untuk merajalela dan menjangkiti masyarakat Indonesia. Ruang itu tak lain dunia maya dengan maraknya judi daring, yang di antaranya berkedok permainan atau gim daring dan judi slot daring. Judi pun sekarang dalam genggaman dan bisa dimainkan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja dalam perangkat telepon seluler. Padahal, judi daring jelas dilarang.

Judi, konvensional atau daring, selalu memicu pro kontra. Ada negara yang melegalkannya menjadi penggerak utama pertumbuhan kota dengan membalutnya dalam bisnis hiburan. Las Vegas di AS salah satu contoh kota yang dibangun dan menjadi sentra judi di dunia. Ada pula yang melarang judi. Indonesia salah satunya. Mereka yang mendukung berpendapat judi yang masuk dalam kategori bisnis hiburan dapat menarik investasi, penyerap tenaga kerja, dan sumber pajak. Namun, hasil riset Paulette J O’Gilvie, ”The effects of casino proximity and time on poverty levels in New  York City”, di Nature.com pada  Agustus 2023, berbeda. O’Gilvie menunjukkan, selama lima tahun kehadiran kasino di beberapa tempat di New York, AS, tidak memberi perbedaan pada tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar. Laporan Bloomberg Citylab, ”Why Casino-Driven Development Is a Roll of the Dice”, menyatakan manfaat perjudian pada kota terus memudar. Penyerapan tenaga kerja di kasino di kota-kota di AS menurun dari tahun ke tahun. Kota dengan judi dan bisnis hiburan sebagai penggerak utama ekonomi memiliki eksternalitas yang sulit diatasi, di antaranya penggelapan pajak, banyak kejahatan atau pelanggaran hukum di tengah masyarakat yang meresahkan. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :