;

Eksodus di Gaza, Berpacu dengan Serangan Israel

Eksodus di Gaza,
Berpacu dengan
Serangan Israel

Eksodus massal warga Palestina mengalir dari wilayah utara Jalur Gaza ke wilayah selatan enklave itu, Sabtu (14/10) berpacu dengan batas akhir ultimatum militer Israel. Mobil,truk, hingga gerobak, yang ditarik keledai dan berbagai alat transportasi, penuh dengan warga dan muatan memadati jalan utama keluar dari Kota Gaza. ”Anda lihat, foto-foto orang yang tidak punya kendaraan, naik keledai, kelaparan, dan berjalan tanpa alas kaki keluar dari wilayah sebisa yang mereka lakukan untuk pergi ke selatan,” ujar Talal Awkal, analis politik di Gaza”Ini malapetaka bagi orang Palestina. Inilah Nakba,” ujar Awkal. Ia merujuk pada peristiwa eksodus besar-besaran warga Palestina dari tempat tinggal mereka di tengah konflik Arab-Israel, bersamaan berdirinya negara Israel tahun 1948. Kala itu, lebih dari 760.000 warga Palestina terusir dari kampung halaman mereka, tercerai-berai, mengungsi ke negara-negara Arab tetangga. Sebagian dari mereka dan keturunan mereka tinggal di kamp-kamp pengungsi di negara-negara Arab hingga hari ini.

Eksodus warga Palestina kali ini dipicu ultimatum militer Israel, Jumat, yang memaksa mereka mengosongkan wilayah utara Gaza dalam waktu 24 jam, sebagai sinyal bakal ada serangan darat Israel ke Gaza, membalas serangan Hamas ke Israel selatan, sepekan lalu. PBB, sejumlah pemimpin negara, serta organisasi-organisasi kemanusiaan menentang ultimatum itu dan meminta agar dibatalkan. Namun, Israel tak menggubris. ”Kami telah melihat pergerakan warga sipil Palestina ke arah selatan,” kata Letkol Jonathan Conricus, jubir militer Israel, Sabtu. Militer Israel telah menyiagakan tentara cadangan mendekati wilayah Gaza dan siap menjalankan operasi tahap berikutnya. Militer Israel mengaku telah melancarkan serbuan sementara di Gaza, antara lain untuk melacak jejak-jejak sekitar 150 orang yang disandera Hamas. Militer Israel juga menyatakan, penduduk Kota Gaza tidak boleh menunda keberangkatan mereka sebelum serangan darat dimulai. Jubir militer Israel lainnya, Richard Hecht, menyebut, para pengungsi diberi ”jendela waktu” aman untuk mengungsi, mulai dari pukul 10.00-16.00 waktu setempat, Sabtu. Sejak Jumat pagi, warga Gaza utara menerima pemberitahuan melalui selebaranagarmereka segera pergi mengungsi ke wilayah selatan dalam waktu 24 jam. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :