;

Geliat Dunia Usaha Melambat di Akhir Tahun

Geliat Dunia Usaha Melambat di Akhir Tahun

Sejalan dengan potensi melemahnya konsumsi masyarakat, geliat dunia usaha juga akan terhambat di kuartal keempat tahun ini. Lagi-lagi, pemerintah perlu waspadai hal ini. Bisa jadi, pertumbuhan ekonomi tak sekencang perkiraan. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha yang Bank Indonesia (BI) lakukan menunjukkan, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) dunia usaha pada kuartal IV 2023 hanya sebesar 13,08%. Angka ini lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 15,65%. Berdasarkan survei BI, penurunan geliat dunia usaha terjadi di sejumlah lapangan usaha. Misalnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang ditandai kontraksi SBT pada kuartal IV 2023 sebesar 1,03%. Padahal, kuartal sebelumnya, SBT masih tercatat positif, 1,18%, meski menurun dari kuartal kedua yang tercatat sebesar 2,34%. Penyebabnya, pola musim tanam pada sublapangan usaha tanaman pangan dan sublapangan usaha perkebunan. Selain itu, "Perkiraan peningkatan curah hujan, diyakini akan menurunkan kinerja sublapangan usaha hortikultura," terang BI dalam laporannya yang rilis kemarin. Tak hanya sektor pertanian, perlambatan juga terjadi di sektor lain, yakni pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi, real estat, dan jasa konstruksi. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi masih optimistis, kondisi dunia usaha akan membaik di kuartal IV 2023. Tapi, pemerintah harus mewaspadai kondisi politik jelang pemilu. "Butuh upaya lebih keras mendorong ekonomi dan konsumsi masyarakat dengan menjaga stabilitas harga pangan," katanya. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual juga optimistis, pertumbuhan kegiatan dunia usaha pada akhir tahun 2024 akan tetap positif seiring menjelang momen pemilu. "Ada masa kampanye yang biasanya mengungkit permintaan. Ini juga peluang bagi kenaikan kinerja dunia usaha," ujar dia.

Download Aplikasi Labirin :