;

Tambah Tajir dari Bursa Saham

Ekonomi Hairul Rizal 14 Oct 2023 Kontan (H)
Tambah Tajir dari Bursa Saham

Pasar saham bagaikan ladang harta karun. Tak cuma investor, tapi juga konglomerat yang sukses menjadikan perusahaan mereka listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ambil contoh taipan Prajogo Pangestu. Perusahaan di bawah naungan konglomerasi Prajogo, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terbang mencapai level auto rejection atas (ARA) sejak resmi melantai di BEI Senin (9/10). Lima hari beruntun ARA, kini BREN ada di harga Rp 2.360, melonjak 202,56% dari harga perdana Rp 780 per saham. (13/10). Mayoritas saham BREN digenggam oleh mesin bisnis utama Prajogo, yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dengan porsi 64,67%. Sedangkan BRPT sendiri dikuasai oleh Prajogo dengan kepemilikan hingga 71,18%. Sejak Agustus, saham BPRT sudah lebih dulu naik. Mesin pencetak duit Prajogo lain adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Mematok harga penawaran Rp 220 saat initial public offering (IPO), kini saham CUAN berada di level Rp 2.790, terbang 1.168,18% sejak debut di BEI pada 8 Maret 2023. Prajogo menggenggam 85,07% saham CUAN. Lonjakan harga saham-saham tersebut mendongkrak kekayaan Prajogo di posisi keempat orang terkaya di Indonesia, dengan total harta US$ 11,4 miliar. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp 15.709 per dollar AS, setara Rp 179,08 triliun. Sedangkan versi Forbes Billionaires List, harta Prajogo per Jumat (13/10) tercatat sebesar US$ 12,3 miliar. Ada lonjakan sekitar US$ 7,2 miliar dari posisi harta pada tahun lalu. Pada 2022, Forbes memasukkan Prajogo pada peringkat ketujuh orang terkaya di Indonesia dengan harta US$ 5,1 miliar. Reza Fahmi, Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management mengamati sejumlah faktor yang bisa mengerek perolehan harta para taipan di bursa saham. Yang paling berperan adalah momentum dan rotasi sektor yang akan memengaruhi sentimen pasar. Pengamat dan Praktisi Pasar Modal, Hans Kwee sepakat, rotasi sektor dan momentum di pasar menjadi faktor krusial. Hans mencontohkan emiten berbasis komoditas yang merasakan momentum tingginya harga komoditas global tahun lalu. Tahun lalu, momentum sektoral membuat harta Low Tuck Kwong melonjak hingga  berada di daftar puncak orang terkaya di Indonesia. Kekayaan Low didongkrak oleh PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang menghirup angin segar dari tren harga batubara yang naik signifikan. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani menyatakan, kehadiran konglomerat akan menambah daya tarik pada saham tersebut, yakni bisa mendongkrak harga saham di jangka pendek. Sedangkan untuk jangka panjang, investor akan melihat progres kinerja dan fundamental emiten para konglomerat itu.

Download Aplikasi Labirin :