KINERJA LAMPAUI IHSG : HASIL TEBAL REKSA DANA SAHAM
Sejumlah produk reksa dana saham menawarkan cuan tebal dan melampaui kinerja indeks harga saham gabungan yang hanya tumbuh 1,04% secara tahun berjalan. Berdasarkan data Infovesta hingga Jumat (6/10), sejumlah produk reksa dana saham mencetak return tebal di atas 11% hingga 17,3% pada periode yang sama. Hal itu bertolak belakang dengan kinerja indeks reksa dana saham justru terkoreksi 2,16% secara tahun berjalan. Sementara itu, pada rentang waktu yang lebih panjang, sejumlah produk reksa dana saham mampu memberikan keuntungan moncer. Imbal hasil tertinggi mencapai 108,2% dengan dana kelolaan mencapai Rp995,72 miliar. Kinerja reksa dana saham tersebut melampaui kinerja indeks reksa dana saham berikut indeks harga saham gabungan (IHSG). Dari data Pasardana.id, kinerja indeks reksa dana saham mencapai 25,29% dalam 3 tahun. Pada periode yang sama, kinerja IHSG tumbuh 42,24%. Head of Research Analyst Pasardana.id Beben Feri Wibowo mengatakan bahwa kinerja aset berisiko menunjukkan tajinya saat pasar tertekan. Periode 3 tahun lalu yang bertepatan dengan pandemi Covid-19 yang membuat kinerja ekonomi tertekan ternyata memberikan peluang pertumbuhan kinerja kala pemulihan berlanjut. Beberapa saham seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang saat pandemi melemah, kini menguat. Sektor lainnya yang berkontribusi terhadap cuan tebal reksa dana saham itu yakni saham sektor batu bara.
Keunggulan tersebut ditawarkan beberapa saham seperti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG). Menilik pada lembar fakta reksa dana saham Trim Kapital Plus yang tumbuh 12% sepanjang 2023 per akhir September, alokasi dana terbesar pada saham perbankan seperti BBRI, BBCA, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan porsi penempatan dana 5,39%—9,3%. Perusahaan juga menempatkan dana pada saham sektor riil seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT Indosat Tbk. (ISAT), PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Astra International Tbk. (ASII). Menurut lembar fakta produk pada akhir Agustus 2023, perusahaan turut mengoleksi saham BBRI, BMRI, TLKM, BBCA dan ASII sebagai beberapa saham dengan penempatan terbesar yakni mulai dari 5,44% hingga 7,25%. Dihubungi terpisah, CEO Pinnacle Persada Investama Guntur Putra mengatakan prospek dan kinerja reksa dana saham akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor hingga akhir tahun ini. Faktor-faktor tersebut seperti kondisi ekonomi, suku bunga, perkembangan politik, dan sentimen pasar global.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Duo Investor Raksasa Dibalik RS Hermina
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Ketegangan AS–Iran Tekan Sentimen Pasar Global
ICBP–INDF Tebar Dividen Besar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023