;

GELISAH DEPRESIASI RUPIAH

Ekonomi Hairul Rizal 10 Oct 2023 Bisnis Indonesia (H)
GELISAH DEPRESIASI RUPIAH
Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membawa kabar tak menyenangkan bagi industri yang bertumpu pada impor. Faktanya, pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara tahun berjalan sudah turun hingga 0,78% ke Rp15.692. Pelaku industri otomotif adalah salah satu sektor yang mulai waswas dengan depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Apalagi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis impor mobil dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) sepanjang Januari-Agustus 2023 naik 34,8% secara year-on-year (YoY) menjadi 67.891 unit. Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, Senin (9/10), mengatakan bahwa kenaikan impor CBU itu kemungkinan dipicu rencana beberapa merek mobil yang ingin melakukan tes pasar di Indonesia. Namun, dia mendorong agen pemegang merek (APM) otomotif mengurangi strategi itu dengan mengalihkan produksinya di dalam negeri. Akan tetapi, upaya memangkas impor mobil CBU tidak serta merta bisa dilakukan, meskipun nilai mata uang Garuda melemah terhadap dolar AS. Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan semua alokasi pasokan unit kendaraan didasarkan permintaan pasar. Menurutnya, Honda terus memonitor pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebelum menentukan adanya perubahan harga. Evaluasi atas impor mobil CBU juga dilakukan merek otomotif asal Inggris Morris Garage (MG). Marketing & PR Director MG Motor Indonesia Arief Syarifudin mengatakan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi tantangan industri otomotif karena biaya impor naik. Untungnya, MG sudah memiliki strategi lindung nilai kurs atau hedging dan bekerja sama dengan pemasok utama guna memitigasi dampak dari pelemahan rupiah. Setali tiga uang, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) juga melakukan lindung nilai. Chief Operating Officer PT HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pelemahan rupiah masih tergolong bisa dikendalikan. Tak hanya industri otomotif, dampak depresiasi rupiah juga menular ke industri makanan dan minuman (mamin). Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman menyatakan mulai kelimpungan mencari alternatif bahan baku, di tengah depresiasi rupiah yang memicu kenaikan bahan baku. Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berdampak negatif pada kinerja pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor seperti industri farmasi, industri petrokimia dan mamin.
Tags :
#Nilai Tukar
Download Aplikasi Labirin :