;

ASEAN Tetap Tangguh di Era Suku Bunga Tinggi

Ekonomi Yoga 10 Oct 2023 Kompas
ASEAN Tetap Tangguh di Era Suku Bunga Tinggi

Tren kenaikan suku bunga di negara maju pascapandemi Covid-19 membuat perekonomian banyak negara di dunia terguncang. Namun,tidak denganAsia Tenggara. Peningkatan nilai tambah dari produk ekspor dan digitalisasi menjadi dasar kekuatan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Ekonom Senior United Overseas Bank Limited (UOB) Enrico Tanuwidjaja menjelaskan, di tahun keempat pascapandemi Covid-19, konsumsi masyarakat dunia terus meningkat dan mengakibatkan kenaikan inflasi. Sayangnya, ini belum bisa diimbangi dengan kuantitas produksi. Untuk mengendalikan hal ini, banyak negara di dunia, khususnya negara maju, seperti AS dan Eropa, menaikkan suku bunga mereka.

”Era suku bunga tinggi akan berlangsung cukup lama, sepanjang 9-12 bulan ke depan. Tetapi, ASEAN tetap tangguh dan punya resiliensi. Perekonomian ASEAN tidak perlu menaikkan suku bunga secara drastis,” ujar Enrico dalam konferensi pers UOB Gateway to ASEAN Conference 2023 di Jakarta, Senin (9/10). Tren suku bunga tinggi memukul perdagangan ekspor dan impor belasan negara ASEAN pada 2023 setelah bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19 pada 2020 dan 2021. Namun, data menunjukkan, kejatuhan ekonomi yang difaktori perdagangan eksternal tidak sedalam pada krisis ekonomi global 2008 dan 2015. Menurut Enrico, hal ini ditopang 10 sektor komoditas perdagangan unggulan ASEAN. Yang teratas, di antaranya, produk dari sektor mesin dan kebutuhan kelistrikan yang unggul di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Lalu, ada Indonesia dengan komoditas mineral, agrikultur, dan karet. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :