Rupiah Rontok, IHSG Anjlok
JAKARTA,ID- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi dalam hingga 54,31 ke posisi 0,78%k posisi 6.886 ada perdagangan Rabu (4/10/2023). Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga menyentuh Rp15.636 per dolar AS, terendah sejak Maret 2023 . diduga menjadi biang kerok anjlokny IHSG. Sinyal hawkish the fed dan kenaikan imbal hasil surat utang AS makin memberatkan langkah IHSG pada perdagangan kemarin. "Penguatan dolar AS (terhadap rupiah) menjadi sentimen negatif yang menekan IHSG," kata Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki kepada Investor Daily, Rabu (4/10/2023). Yakin menambahkan, koreksi di pasar AS dan kenaikan imbal hasil (yield) surat utang AS untuk tenos 10 tahun dan 30 tahun turut memiliki andil dalam menyeret indeks ke zona merah. "Pasar mengekspektasikan potensi kenaikan the Fed dan bank Indonesia, dan memperkirakan kenaikan Fed Fund Rate akan terjadi sekali lagi pada November 2023," tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (4/10/2023). (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023