Khasiat dan Mutu Obat Murah dan Obat Mahal Sama
Obat paten yang harganya mahal bukan berarti khasiatnya jauh
lebih baik. Mutu obat generik juga baik dan khasiatnya terjamin. Bedanya hanya
pada pengemasan dan pemasaran yang membuat harganya berbeda. Perspektif ini
harus ditanamkan agar tidak membingungkan masyarakat. Ketua Program Studi
Profesi Apoteker Universitas Pancasila Hesty Utami Ramadaniati menjelaskan,
obat bermerek dan obat generik memiliki kandungan zat aktif dan efikasi yang
sama. Yang membedakan hanyalah kemasan dan bahan tambahan yang tidak memiliki efek
farmakologi. Jenama yang melekat juga meningkatkan harga jual obat paten.
Industri farmasi biasanya membuat segmentasi pasar. Contohnya,
obat untuk kebutuhan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dibuat tanpa
merek agar harga bisa murah. Sementara untuk segmen pasar lain, industri
mencantumkan merek dan mengemasnya lebih premium. ”Berarti ada investasi untuk marketing-nya.
Misalnya, obat untuk BPJS Kesehatan dikemas tablet dengan strip plastik, sementara
yang lain dikemas dengan blister, jadi lebih mahal. Blister ini kemasan yang
lebih tahan lama dan lebih kuat dari kelembaban, tetapi isinya sama saja,” kata
Hesty dalam diskusi yang digelar Systematic Tracking of At-Risk Medicines (STARmeds)
di Jakarta, Selasa (3/10). (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023