RI Perlu Setahap Lebih Maju dari Hilirisasi
Indonesia perlu setahap lebih maju dari program
hilirisasi mineral tambang di dalam negeri, yaitu industrialisasi. Hanya
dengan industrialisasi, semua produk hilirisasi mineral bisa terserap dan terjadi
peningkatan nilai tambah yang lebih optimal. Sejumlah pekerjaan rumah perlu diselesaikan
untuk menuju tahap industrialisasi tersebut. Demikian benang merah
diskusi ”Kesiapan Industri Pendukung dalam Menyerap Produk Hilirisasi”, Selasa (3/10) di
Jakarta, yang diselenggarakan harian Kompas dan Indonesian Mining Association
(IMA). Narasumber diskusi adalah Staf Ahli Menteri ESDM Irwandy Arif, Wakil
Ketua IMA Ezra Sibarani, Ketua Komite Tetap Mineral dan Batubara Kadin Indonesia A Rizqi
Darsono, dan CEO PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Alexander Barus.
Irwandy menyampaikan, dalam mendukung
hilirisasi, Kementerian ESDM terus melakukan optimalisasi
peningkatan mineral dan batubara di Indonesia. Setelah itu, agar sampai ke tahap
industrialisasi, ada pekerjaan rumah bersama Kementerian ESDM dengan Kemenperin. ”Harus ada
kebijakan bersama (terpadu) agar industri hilir di bawah Kementerian ESDM dan smelter-smelter
independen berjalan baik. Pengawasannya harus dilakukan bersama. Di Kementerian ESDM, setiap
komoditas sudah memiliki pohon industri sampai ke hilir,” kata Irwandy. Ezra menambahkan,
menghubungkan hilirisasi mineral dengan industrialisasi jadi pekerjaan rumah bersama
antar seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, harus ada keselarasan
antara pemerintah dan pelaku usaha dalam hal kebijakan, grand strategy, pembukaan pintu
investasi, dan komunikasi yang terjalin baik. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023