;

Adu Taji Saham Bank BUMN

Ekonomi Hairul Rizal 30 Sep 2023 Kontan
Adu Taji Saham Bank BUMN
Kompetisi bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kian ketat. Tak hanya dari sisi fundamental keuangan, bank BUMN juga adu moncer kinerja saham. Menilik data RTI, Rabu (27/9), sejumlah emiten bank BUMN mampu mencatat return atau imbal hasil dobel digit di sepanjang tahun berjalan ini. Sebut saja, misalnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pada penutupan perdagangan saham Rabu (27/9), saham BMRI mencetak return 20,91% sejak awal tahun ini. Tak mau kalah dengan sang induk, saham anak usaha Bank Mandiri, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), juga membukukan return dobel digit. Rabu (27/9), saham bank syariah dengan kode BRIS ini mencatat return 25,19% sejak awal tahun. Imbal hasil saham BRIS paling tinggi di antara saham bank-bank BUMN. Sayangnya, tak semua kinerja saham bank BUMN kinclong. Ambil contoh saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Di sepanjang tahun berjalan ini, saham BBTN masih terkoreksi. Jika dihitung sejak awal tahun, saham BBTN turun 9,26%. Secara historis, return saham BBTN terus turun dalam periode 5 tahun terakhir. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu berdalih, salah satu pemicu jebloknya saham BBTN adalah restrukturisasi kredit yang masih cukup besar, meskipun trennya turun. Kini, lanjutnya, fokus kerja BTN untuk mendongkrak fundamental adalah mempercepat proses transformasi digital. Nixon menargetkan sampai akhir tahun ini, BTN bisa menyambungkan satu juta nasabah di aplikasi digital. Associate Director of Research & Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, koreksi saham BBTN merupakan efek kenaikan suku bunga tinggi. "Kalau fundamentalnya masih baik," ujarnya. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mencermati, secara valuasi saham BBTN masih relatif murah. Saham BTN diperdagangkan dengan PER 5,77 kali dan PBV 0,58 kali.
Download Aplikasi Labirin :