Menggairahkan Bursa Karbon Kita
Dibukanya Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) oleh Presiden
Jokowi, 26 September lalu, menandai dimulainya aktivitas perdagangan karbon di
Indonesia. Presiden mengungkapkan, dari besaran target pengurangan emisi gas rumah kaca, potensi
perdagangan karbon ditaksir mencapai Rp 3.000 triliun. Dana ini selanjutnya
bisa diputar kembali untuk proyek-proyek pengurangan emisi karbon. Keberadaan
bursa itu wujud konkret komitmen dekarbonisasi Indonesia menuju nol emisi
karbon pada 2060. Berdasarkan dokumen kontribusi nasional (NDC) terbaru, kita
ditargetkan mengurangi lebih dari 3 gigaton CO2 hingga 2030.
Pada perdagangan perdana, Selasa (27/9) berhasil diperdagangkan
459.953 ton unit karbon senilai Rp 29,2 miliar dalam 27 transaksi. Penjualnya
Pertamina, pembelinya didominasi industri perbankan dan keuangan. Sayangnya,
hari berikutnya tak terjadi transaksi. Ibarat barang baru, mungkin kita semua
masih belajar. Bagaimana menggairahkan bursa karbon menjadi tantangan mendesak
kita selanjutnya. Perlu kerja keras, komitmen, konsistensi, dan transparansi.
Hal ini penting bukan hanya karena potensi dan komitmen di NDC, melainkan juga
karena kita menjadi salah satu pihak yang paling akan merasakan dampak
perubahan iklim ekstrem. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023