Beras, Gula, dan BBM Bakal Picu Inflasi September Ini
Pengendalian inflasi pada bulan ini hingga akhir tahun bakal
semakin menantang. Kenaikan harga beras dan gula pasir, serta penyesuaian harga
BBM nonsubsidi, diperkirakan bakal memicu inflasi pada September 2023. Di sisi
lain, defisit beras masih mengintai hingga November 2023. Plt Kepala BPS Amalia
Adininggar Widyasanti, Senin (25/9) mengatakan, pada pekan ketiga September 2023,
harga beras masih naik dan belum ada tanda-tanda bergerak mendatar atau turun. Harga
rata-ratanya mencapai Rp 13.477 per kg. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan
harga beras semakin banyak. Pada pekan pertama September 2023, jumlahnya
sebanyak 230 daerah, kemudian pada pekan ketiga 2023 bertambah menjadi 284
daerah.
”Bahkan, Purwakarta yang merupakan daerah produsen beras
besar di Jabar menempati urutan keempat dari 10 kabupaten/kota dengan kenaikan
indeks perkembangan harga (IPH) tertinggi. Beras menjadi komoditas utama yang memengaruhi
kenaikan IPH itu,” ujarnya dalam Rapat Pengendalian Inflasi yang digelar
Kemendagri secara daring di Jakarta. BPS mencatat, IPH komoditas pangan
Purwakarta pada pekan ketiga September 2023 sebesar 3,41 %. Dari IPH itu, 3,21 %
berasal dari kenaikan harga beras, selain itu harga gula pasir juga meroket, pada
pekan ketiga September 2023 mencapai Rp 15.134 per kg, yang terjadi di 236 kabupaten/kota.
”Kenaikan harga beras dan gula akan berkontribusi terhadap inflasi September
2023. Selain itu, inflasi juga berpotensi disumbang bensin dan solar nonsubsidi.
Namun, inflasinya tidak akan setinggi sebelumnya,” katanya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023