Prospek Menjanjikan dari Luar Jawa
Kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) diprediksikan tetap solid hingga akhir tahun 2023. Analis Samuel Sekuritas, Daniel Aditya Widjaja memperkirakan, pendapatan INTP setahun penuh 2023 dapat mencapai sebesar Rp 17,1 triliun dengan laba bersih Rp 1,9 triliun. Proyeksi tersebut menunjukkan potensi kenaikan pendapatan sebesar 4,8% secara tahunan atau year on year (yoy) dan pertumbuhan laba bersih 3,3% yoy. Tahun 2022, INTP membukukan pendapatan Rp 16,32 triliun dengan laba bersih Rp 1,84 triliun. Sementara itu, pada semester I-2023, INTP sudah mencatatkan pendapatan Rp 7,9 triliun dan laba bersih Rp 698,4 miliar. Lebih lanjut, permintaan dari proyek-proyek pemerintah, terutama Ibu Kota Nusantara (IKN), akan turut mendorong volume penjualan emiten ini. Daniel memprediksikan, pertumbuhan permintaan semen masih terjadi hingga tahun 2024, terutama dari jenis bulk cement. Dalam riset 4 Agustus 2023, Analis Ciptadana Sekuritas Muhammad Gibran memperkirakan, volume penjualan semen INTP tahun 2023 hanya tumbuh 2% menjadi 15,6 juta ton. Per semester I-2023, volume penjualan semen INTP tumbuh 5,5% yoy menjadi 7,5 juta ton di tengah penurunan volume penjualan industri yang sebesar 6,5% yoy. Sejalan dengan itu, pangsa pasar INTP meningkat menjadi 27,4% pada Juni 2023, dari 24,7% pada Juni 2022. Ada kenaikan pangsa pasar di Luar Jawa secara signifikan dari 14,5% menjadi 20,6%, sementara pangsa pasar di Jawa relatif stabil di 33,9%. Dalam riset tanggal 22 Agustus 2023, Analis MNC Sekuritas, Muhammad Rudy Setiawan menambahkan, volume penjualan INTP diperkirakan akan mencapai 17 juta-18 juta ton. INTP juga berencana memperluas penetrasi pasar Maros ke Indonesia bagian timur dan meningkatkan pangsa pasar ekspor. Di sisi lain, konsumsi batubara di musim dingin yang lebih tinggi diperkirakan akan memperketat pasokan dan menaikkan harga komoditas tersebut. Ini akan jadi tekanan biaya untuk produsen semen yang mengandalkan batubara sebagai sumber energi. Ketiga analis tersebut merekomendasikan buy INTP. Daniel menetapkan target harga INTP di posisi Rp 12.625 per saham, Gibran memasang target harga Rp 12.500, dan Rudy memberikan target harga Rp 12.700 per saham.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023