Semua Merana akibat Polusi Udara
Genia (30), warga Slipi, Jakbar, tidak mengira jika batuk pileknya pada awal Agustus 2023 berakhir dengan infeksi paru. Ia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama lima hari dengan biaya puluhan juta rupiah. Diawali bersin-bersin, pilek, dan batuk berdahak, hingga sesak napas yang membuat ibu hamil tujuh bulan tersebut sekarang harus membatasi aktivitasnya di luar rumah. ”Mulai dari bersin-bersin parah dan besoknya jadi batuk pilek. Dokter bilang, ini batuk alergi,” kata Genia, Selasa (15/8). Sepekan sebelumnya, setelah ia menghadiri acara di sebuah hotel di Senayan, Jakarta, kondisinya semakin parah, tutur karyawan perusahaan asuransi tersebut. Diagnosis dokter dari hasil rontgen paru mengejutkannya. ”Dokter bilang, infeksi paru kanan. Paru kanan terlihat ada bercak-bercak putih dan mengalami penurunan fungsi,” ujarnya. Penyebab infeksi paru yang menurut dokter dari virus, udara, dan musim pancaroba semakin mengejutkan Genia. Iadirawat di RS untuk mendapatkan perawatan intensif selama enam hari.
Soni (45), warga Kota Tangerang, sudah sebulan ini empat kali berobat ke dokter karena batuk parah. Pengobatan dengan antibiotik tak juga mengurangi intensitas batuknya. Dari tiga kali berobat, diagnosis dokter adalah bronchitis akut. Dokter masih memantau perkembangan penyakitnya hingga akhir minggu ini. Jika batuk belum mereda, dokter meminta Soni untuk rontgen paru. Dia menduga ini karena faktor polusi udara. Selama ini ia menggunakan sepeda motor untuk perjalanan dari rumahnya ke stasiun kereta yang membuatnya rentan terpapar polusi udara. Salah satu faktor risiko penyebab bronkitis adalah polusi udara, seperti asap kendaraan, debu, serta asap tembakau. Kualitas udara yang buruk juga terjadi di kawasan Padalarang, Bandung Barat. Sumber polutannya diduga berasal dari industri pengolahan batu gamping. Dari pengukuran kualitas udara menggunakan sensor pemantau udara kategori low-cost yang dilakukan Tim Jurnalisme Data Harian Kompas, Kamis (10/8) di Desa Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, diketahui, kadar polutan PM 2,5 mencapai 200 µg/m3. Bahkan saat truk lewat, angka melonjak menjadi 400 µg/m3. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023