Ekonomi Maritim Berkelanjutan Perlu Dioptimalkan
Indonesia memiliki potensi besar sebagai negara maritim. Upaya memanfaatkan potensi besar maritim membutuhkan pengelolaan ruang laut yang terintegrasi. Namun, pengelolaan ruang laut masih menghadapi tantangan yang tak ringan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengemukakan, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas 17.500 pulau dan dikelilingi 6,4 juta meter persegi perairan telah menjadi habitat penting tanaman bakau seluas 3,3 juta hektar, terumbu karang 2,5 juta hektar, dan padang lamun seluas 300.000 hektar yang merupakan rumah bagi sumber daya ikan. Namun, pengelolaan ruang laut di Indonesia masih menghadapi tantangan sangat besar. Sebab, banyak sektor industri memanfaatkan ruang dan sumber daya laut secara ekstraktif. PDB sektor maritim berkontribusi 7,6 % terhadap total PDB nasional. Sementara itu, 281 kabupaten/kota serta masyarakat di lebih dari 12.000 desa pesisir menggantungkan penghidupan pada laut yang sehat.
”Selain potensi besar, tekanan besar juga dihadapi laut kita. Kerusakan laut tidak hanya menjadi bencana Indonesia, tetapi juga mengancam kehidupan manusia di masa depan,” ujar Trenggono dalam pembukaan acara Marine Spatial Planning and Services Expo 2023, secara hibrida, di Jakarta, Selasa (19/9). Sektor maritim di antaranya meliputi industri perkapalan, perikanan dan bioteknologi, pertambangan dan energi, reparasi kapal, jasa pergudangan laut, jasa penyeberangan, logistik, pelabuhan,terminal peti kemas, serta pembuatan senjata dan kapal perang. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengemukakan, Indonesia yang 75 % luasnya adalah wilayah laut memiliki potensi maritim sangat besar, 45 % jalur perdagangan dunia lewat laut dan sebagian besar di antaranya lewat perairan Indonesia. Ia menambahkan, masih banyak potensi maritim yang belum dimanfaatkan dan perlu ditata, di antaranya potensi perikanan tangkap dan budi-daya, rumput laut, energi, hingga jalur kabel dan pipa bawah laut. Rencana strategis kelautan perlu disusun. ”Kalau kita kelola semua ini, Indonesia akan jadi negara super-power,” kata Luhut. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023