KEBIJAKAN KORPORASI : INOVASI MENEKAN EMISI
Para pelaku bisnis di Tanah Air menyadari tidak mungkin berpangku tangan dalam menghadapi isu perubahan iklim tanpa melakukan inovasi. Para pemimpin korporasi dan eksekutif bisnis mencermati bahwa transformasi perlu dilakukan untuk menciptakan bisnis berkelanjutan. Sebagai salah satu grup konglomerasi kenamaan di berbagai lini bisnis, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) mulai fokus pada sektor-sektor industri ramah lingkungan.Lewat dua anak usahanya, PT Bakrie Power dan PT Helio Synar Energi, perusahaan yang didirikan oleh H. Achmad Bakrie pada 1942 ini mencoba peruntungan menjadi penyedia ekosistem energi hijau dari hulu sampai hilir, mulai dari pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) sampai membuat charger untuk kendaraan listrik.Direktur Utama PT Bakrie Power sekaligus CEO Helio Synar Energi Ronald Nehemia Sinaga mengatakan bahwa pihaknya memiliki banyak potensi sinergi dengan sister company dengan membangun demanddari dalam. Dari sisi tantangan, katanya banyaknya bisnis yang dijalani oleh kelompok Bakrie mulai dari manufaktur, industri, minyak & gas, pertambangan, dan media, menjadikan upaya transisi serta penguatan terhadap isu perubahan iklim tiap entitas dilakukan berbeda-beda. “Jadi tidak bisa semuanya langsung transisi menjadi lebih hijau secara serentak,” katanya.Setiap entitas grup Bakrie & Brother percaya, target besar dalam soal transisi energi dimulai dari tiga titik, yaitu electric mobility, renewable energy, dan sustainable housing. Grup Djarum tercatat merambah bisnis kendaraan listrik, salah satunya melalui GDP Venture. Lewat perusahaan modal ventura itu, konglomerasi Djarum mengguyur investasi ke beberapa perusahaan rintisan electric mobility. Lewat perusahaan modal ventura itu setidaknya telah mengguyur tiga start-up terkait tekologi electric vehicle (EV) di dalam dan luar negeri, yakni Aptera, ION Mobility, dan Vintage Electric.
Pada saat bersamaan, konglomerasi jumbo itu mulai menjual sepeda motor listrik Polytron FOX-R dan Polytron T-REX melalui PT Hartono Istana Teknologi (Polytron).Menurut Founding Partner dan Investment Partner GDP Venture Antonny Liem, perusahaan memiliki kerja sama dengan investor strategis secara jangka panjang. Secara filosofis, Antonny menekankan pihaknya percaya bahwa solusi teknologi berkaitan electric mobility harus dilihat secara holistik. Upaya penguasaan teknologi atas berbagai inovasi berkaitan EV harus dibangun sejak dini, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar. Bergerak di bisnis utama layanan transportasi terintegrasi, PT Blue Bird Tbk. mengusung visi keberlanjutan yang didukung oleh tiga pilar utama dengan agenda utama 50:30 atau pengurangan emisi hingga 50% pada 2030.Menurut Direktur Utama PT Blue Bird Tbk. Adrianto Djokosoetono, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan sebanyak 17 butir Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memenuhi agenda pengembangan keberlanjutan pada 2030.Adapun Pemerintah Indonesia, mencanangkan target Nationally Determined Contribution (NDC) pada kisaran 29%—41% dalam mendukung perbaikan lingkungan. Terdapat tiga pilar keberlanjutan yang diusung oleh Blue Bird, pertama, terkait dengan BlueSky yang merupakan komitmen perseroan berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kedua, BlueLife yakni komitmen untuk berkontribusi menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik. Dan ketiga, BlueCorp untuk menjalankan bisnis berkelanjutan dengan tata kelola usaha dan kepatuhan usaha yang baik. Industri logistik di Tanah Air turut berperan dalam inisiasi terhadap isu-isu perubahan iklim melalui berbagai strategi yang dijalankan. Salah satunya dilakukan oleh Lion Parcel, kelompok bisnis logistik di bawah bendera Lion Group.CEO Lion Parcel Farian Kirana mengatakan bahwa perubahan iklim terus menjadi perhatian dalam berbagai forum global. Sebagai satu pemilik korporasi, dia mengapresiasi upaya para pemangku kepentingan dalam penanganan lingkungan yang lebih baik.Lion Parcel memiliki kampanye #LogistikBaik dengan mengedepankan prinsip reuse, recycle, reduce, and renew (4R). Dari sisi operasional, Lion Parcel mengoptimalkan penggunaan kembali aset yang bisa digunakan berkali-kali seperti karung untuk pengiriman guna mengurangi sampah sekali pakai.Farian menuturkan Lion Parcel juga melakukan uji coba konversi kendaraan listrik sebagai armada operasional di empat titik yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Palembang.
Tags :
#KorporasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023