;

Ekspor Listrik ke Singapura Perlu Disertai Transfer Teknologi

18 Sep 2023 Kompas
Ekspor Listrik ke Singapura Perlu Disertai Transfer Teknologi

Rencana kerja sama Indonesia-Singapura terkait jual beli daya listrik sebesar 2 gigawatt dinilai dapat menghadirkan peluang transfer teknologi dan pengetahuan di bidang energi terbarukan. Apabila kerja sama itu terealisasi dengan optimal, akan ada peningkatan daya saing SDM Indonesia. Ahli ekonomi energi yang juga dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta, Fahmy Radhi, yang dihubungi dari Jakarta, Minggu (17/9) mengatakan, kerja sama Indonesia-Singapura disektor energi terbarukan diharapkan dapat berdampak meningkatnya kapasitas SDM Indonesia. ”Listrik yang dihasilkan rencananya dari pembangkit energi terbarukan yang dibangun di sekitar Batam (Kepri). Secara business to business, ini akan menguntungkan semua pihak. Di samping itu, jika memang berjalan, akan terjadi transfer pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan energi terbarukan. Manfaat ini harus dioptimalkan dan baik untuk SDM kita,” ujar Fahmy.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) telah dilakukan Menteri ESDM Arifin Tasrif dengan Second Minister for Trade and Industry Singapura Tan See Leng di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/9). MoU itu meliputi kerja sama energi rendah karbon dan interkoneksi listrik Indonesia-Singapura. Tan See Leng, Jumat (8/9), menyebutkan, dari target 4 gigawatt (GW) impor listrik rendah karbon 2035, separuhnya atau 2 GW akan dipasok dari Indonesia. Kerja sama itu juga beriringan dengan kesepakatan pengembang serta pabrikan panel surya dan baterai yang melibatkan sejumlah perusahaan sehingga nantinya akan bersifat business to business. Akan tercipta ekosistem energi terbarukan dari hulu ke hilir guna menghasilkan listrik rendah karbon yang dapat menunjang kebutuhan energi Indonesia dan Singapura. (Yoga)


Tags :
# #Bilateral
Download Aplikasi Labirin :