Tren Melorot Kinerja Ekspor
JAKARTA — Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Toto Dirgantoro, mengatakan kinerja ekspor terus melorot seiring dengan gejolak perekonomian global yang melemahkan permintaan dari pasar tradisional yang menjadi andalan selama ini, seperti Cina, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang. “Mau tidak mau kinerja ekspor pasti tergerus karena kondisi pasarnya memang berat sekali akibat penurunan permintaan secara drastis,” ujarnya kepada Tempo, kemarin, 15 September 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada Agustus 2023 sebesar US$ 22,0 miliar atau merosot 21,21 persen dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 27,01 miliar. Penurunan nilai ekspor terjadi, baik pada sektor migas maupun non-migas. Ekspor migas turun 20,69 persen, sedangkan non-migas turun 21,25 persen. Sebagai contoh, ekspor ke Cina secara tahunan turun sebesar 12,69 persen, sedangkan ke Amerika Serikat anjlok 17,66 persen. Adapun penurunan terbesar terjadi pada sektor pertambangan, yaitu sebesar 16,58 persen, diikuti sektor industri pengolahan atau manufaktur, yaitu sebesar 11,08 persen. (Yetede)
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023