China Melambat Indonesia Sensitif
JAKARTA,ID-Perekonomian China diprediksi tumbuh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya pada tahun ini dan tahun depan. Penyebabnya, selain belum pulihnya kondisi ekonomi pasca pandemi Covid-19, juga karena pasar sedang lesu, ditambah utang yang sangat besar akibat investasi infrastruktur selama beberapa dekade. Bagi Indonesia, kondisi ini adalah warning yang harus diantisipasi secara serius, mengingat China adalah tujuan ekspor terbesar bagi Indonesia dengan kontribusi sekitar 24-25%. Perlu ada peningkatan diversifikasi pasar ekspor ke negara tujuan ekspor lain dan diverifikasi sumber investasi untuk meminimalisasi kontraksi realisasi FDI (foreign direct investment) karena pelemahan ekonomi China ini. Biro Pusat Statistik China menunjukkan Ekonomi China pada kuartal II-2023 hanya bertumbuh 0,8% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi China sebesar 6,3%. Data ini menunjukkan performa ekonomi China belum benar-benar pulih dari masa pandemi Covid-19. Pada periode 2010-2019 tercatat rata-rata pertumbuhan ekonomi China berada di atas 7%. (Yetede)
Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023