Jalan Tengah Penguatan Rupiah
JAKARTA - Kehadiran Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) diharapkan dapat membawa angin segar penguatan nilai tukar rupiah. Instrumen moneter baru ini memiliki salah satu tujuan utama, yakni menarik aliran modal asing tetap deras masuk ke pasar keuangan dalam negeri dalam bentuk investasi portofolio, seperti saham dan surat berharga. Merujuk pada neraca pembayaran Indonesia, hingga kuartal II 2023, kinerja investasi portofolio mencatat defisit US$ 2,6 miliar, berbalik arah dari kuartal I 2023 yang mencatatkan surplus US$ 3 miliar. Walhasil, instrumen ini pada akhirnya diharapkan dapat menarik aliran modal masuk (capital inflow), memperkuat upaya pendalaman pasar uang, dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, berujar, SRBI merupakan instrumen moneter untuk mendukung pengembangan pasar uang dan pasar valuta asing. Surat berharga yang diterbitkan dalam mata uang rupiah oleh bank sentral ini sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek menggunakan underlying asset atau jaminan berupa Surat Berharga Negara (SBN) milik Bank Indonesia. “Penerbitan SRBI dilakukan bank sentral untuk menyerap likuiditas rupiah di pasar uang,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023